Senin, 7 Desember 2009 21:40 WIB Solo Share :

Pendidik harus berjiwa entrepreneur

Solo (Espos)–Salah satu problem ekonomi yang membelit bangsa ini ialah masih minimnya orang yang memiliki jiwa entrepreneur. Jutaan rakyat di negeri ini hanya memimpikan menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) maupun sektor pekerja lainnya yang bersifat pasif.

Hal ini bukan saja membuat sumber daya alam tak terkelola dengan baik, namun juga terus menciptakan para pengangguran dari kalangan terdidik dari perguruan tinggi. “Lebih dari 1,1 juta sarjana di Indonesia adalah penggangguran. Inilah kekurangan kita yang minim entrepreneur,” ujar pengusaha papan atas, Ciputra di hadapan 40-an pendidik perguruan tinggi swasta Katolik se-Indonesia di Hotel Sahid Jaya Solo, Senin (7/12).
Melalui video yang diputar secara live, pengusaha yang memiliki 15.000 tenaga kerja tersebut melakukan dialog secara langsung dan menjawab setiap pertanyaan peserta pelatihan entrepreneur. Dalam uraiannya, Ciputra mencoba menyebarkan virus-virus entrepreneur kepada para pendidik Katolik dari perguruan tinggi se-Indonesia.

Entrepreneur, kata Ciputra, adalah seorang yang berjiwa sukses, yang diniatkan untuk meringankan beban orang lain, mengurangi kemiskinan, dan pengangguran bangsa ini. “Kelak jika sudah mati kita akan ditanya malaikat apa saja yang kalian kerjakan selama di dunia. Jawabannya ialah memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada oprang lain,” urai pengusaha yang mengaku harus membayar pajak kepada negara senilai Rp 1 triliun tiap tahun.

Bagi Ciputra, menjadi entrepreneur adalah tugas mulia. Maka dari itu, lanjut pendiri 12 Universitas entrepreneur Ciputra itu, untuk menjadi seorang sukses kata kuncinya ialah yakin dengan gagasan-gagasan inovasi, kreatif, serta pantang menyerah.

asa

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…