Senin, 7 Desember 2009 18:22 WIB Boyolali Share :

Pasar Kota Boyolali diresmikan

Boyolali (Espos)–Pasar Kota Boyolali akan diresmikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Selasa (8/12), menyusul proyek pembangunan pasar tersebut yang telah dinyatakan selesai pada tanggal 2 Desember 2009 lalu.

Namun, akibat keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan pasar itu, PT Tata Bumi Raya (TBR) selaku rekanan Pemkab Boyolali dalam proyek tersebut, dikenai denda senilai Rp 251,2 juta atas keterlambatan selama delapan hari dari batas waktu yang telah ditentukan setelah adanya perpanjangan waktu yang diberikan Pemkab kepada pihak rekanan untuk penyelesaian proyek tersebut.

“Meski ada keterlambatan, pelaksanaan pembangunan Pasar Kota Boyolali telah selesai dan akan diresmikan Pemkab Boyolali besok (hari ini-red),” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Boyolali, Nur Suhartinah saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/12).
 
Nur mengemukakan proyek pembangunan Pasar Kota Boyolali telah diserahkan pihak rekanan kepada Pemkab setempat pada tanggal 2 Desember lalu. Sesuai kontrak, konsekuensi dari keterlambatan penyelesaian pembangunan pasar adalah dikenakannya denda terhadap pihak rekanan senilai 1/1000 mil nilai proyek per hari, atau senilai Rp 26,9 juta per hari.

Nur menyatakan denda tersebut dibayar pihak rekanan kepada Disperindagsar selaku pengguna anggaran, kemudian akan dimasukkan ke kas daerah (Kasda) di Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (DPPPKAD). “Dendanya dibayarkan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar untuk kemudian dimasukkan ke kas daerah,” tegas Nur.

Nur menambahkan selama enam bulan ke depan, bangunan Pasar Kota Boyolali masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak rekanan.
“Untuk masa pemeliharaan, masih dalam tanggung jawab pihak rekanan,” imbuhnya.

Saat disinggung tentang rencana pemindahan pedagang Pasar Kota Boyolali dari pasar darurat Tacung dan Ngebong, Nur menjelaskan pihaknya juga sudah mempersiapkan. Namun untuk pelaksanaannya, Nur mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan para pedagang.
sry

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…