Senin, 7 Desember 2009 13:49 WIB News Share :

Menpora
pemuda dan mahasiswa harus waspadai penumpang gelap

Jakarta–Menpora Andi Alifian Mallarengeng meminta pemuda dan mahasiswa agar bersikap hati-hati terhadap “penumpang-penumpang gelap” yang ingin memasukkan agenda politik saat peringatan Hari Antikorupsi Dunia pada 9 Desember.

“Sebagai Menpora, saya wajib mengingatkan elemen pemuda dan mahasiswa hati-hati terhadap “penumpang gelap”,” kata Menpora di Jakarta, Senin (7/12), saat ditanya mengenai peringatan Hari Antikorupsi Dunia yang jatuh pada hari Rabu.

Menpora merasa perlu mengingatkan karena biasanya yang diminta melakukan aksi adalah para anggota organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.

Menpora mengatakan bahwa hari tersebut memang patut diperingati. Apalagi, katanya, salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah memberantas korupsi.

Namun,  para pemuda dan mahasiswa perlu hati-hati dengan “penumpang gelap” yang mempunyai tujuan politik seperti membuat suasana tidak stabil, menggoyang pemerintah dan menjatuhkan pemerintah saat ini.

“Hati-hati. Karena biasanya yang disuruh maju ke depan pemuda dan mahasiswa,” katanya lagi, lalu menambahkan bahwa merupakan tanggung jawabnya mengingatkan pemuda dan mahasiswa.

Mantan juru bicara Presiden Yudhoyono itu mengatakan, “penumpang gelap “tersebut adalah mereka yang tidak pernah bicara pemberantasan korupsi namun tiba-tiba maju ke depan dan lantang bicara pemberantasan korupsi.

“Hati-hati dengan orang seperti itu yang punya motif-motif politik,” katanya.

Ditanya apakah ada indikasi yang ingin menggoyang pemerintah, Andi mengatakan, bisa dilihat dari pernyataan-pernyataan yang ada di media massa. “Lihat saja di media, bicara soal kekuasaan dan goyang pemerintahan,” katanya.

Andi meminta agar Hari Anti Korupsi juga diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti mengembangkan kantin-kantin kejujuran yang kini banyak diterapkan di beberapa tempat, termasuk di sekolah-sekolah.

Sementara itu Polda Metro Jaya telah menyiapkan 14.000 polisi untuk mengamankan gerakan sosial untuk memperingati Hari Antikorupsi
di Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin, mengatakan, personil itu yang akan disiagakan itu berasal dari polsek, polres dan Polda.

“Jumlah yang akan diterjunkan ke lapangan tergantung dengan kondisi yang ada namun kami telah menyiapkan separuh polisi yang ada,” katanya.

Menurut dia, polisi telah siap mengamankan aksi memperingati Hari Antikorupsi itu kendati hingga kini belum ada pemberitahuan yang masuk ke Polda Metro Jaya.

“Secara tertulis, kami belum menerima pemberitahuan resmi namun secara lisan sudah ada. Sesuai dengan UU yang berlaku, penyampaian pendapatan umum harus memberitahukan ke polisi secara tertulis dengan menyebutkan jumlah, tempat dan penanggungjawab aksi,” katanya.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…