Senin, 7 Desember 2009 23:32 WIB Hukum Share :

Korupsi PKPS BBM, Tiga pegawai Depkes jadi tersangka

Solo (Espos)–Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo menetapkan tiga orang pegawai Inspektorat Jenderal (Irjen) Departemen Kesehatan (Depkes) menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo.

Sebelumnya, empat pejabat RSJD yang juga tersangkut kasus itu telah divonis masing-masing satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Solo, yaitu mantan Direktur RSJD Solo dr Siti Nuraini Arif dan mantan Wadir dr Dwi Priyo Hartono serta dua dokter dr Hendrina dan dr Rukma Astuti.

Tiga pegawai Irjen Depkes yang ditetapkan menjadi tersangka adalah Ambar Kuato, Adi Buntaran dan Naman. Diketahui, saat ini Ambar telah pensiun. Informasi yang dihimpun Espos, Senin (7/12), menyebutkan, ketika kasus itu mencuat tiga tersangka bertugas sebagai Tim Verifikasi Irjen Depkes.

Ambar bertugas sebagai ketua tim verifikasi, sedangkan Adi dan Naman merupakan anggota tim verifikasi. Mereka bertugas melakukan verifikasi dana PKPS BBM yang diterima RSJD Solo. Kejaksaan akhirnya menetapkan tiga orang itu sebagai tersangka karena ada dugaan tiga orang itu sebenarnya tahu jika tidak ada defisit dana PKPS BBM, namun akhirnya menyatakan adanya defisit. RSJD sebenarnya tidak defisit karena telah menerima anggaran dari APBD Provinsi.

Karena dinyatakan defisit, RSJD Solo akhirnya mendapatkan dana dari Depkes senilai Rp 2,2 miliar. Dana tersebut akhirnya dimasukkan ke kas daerah Provinsi Jawa Tengah dan 30%-nya atau senilai Rp 673,1 juta dianggap sebagai uang jasa pelayanan (JP) yang akhirnya dibagikan ke pegawai RSJD Solo.

Ketika dikonfirmasi mengenai penetapan tersangka itu Kajari Solo Djuweriyah SH mengatakan, kasus itu memang sudah pada tahap penyidikan. “Mudah-mudahan ada tiga orang. Saat ini sudah dik (penyidikan-red),” kata Djuweriyah ketika dihubungi Espos.

Namun, Kajari enggan membeberkan secara detail mengenai hal itu. Dia hanya mengatakan, akan ada kejutan. “Nantilah, saat ini memang sudah, tapi nanti akan ada kejutan,” kata dia.

dni

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…