Senin, 7 Desember 2009 22:11 WIB Ekonomi Share :

Jelang Natal dan Tahun baru, Peningkatan penumpang diprediksi tidak signifikan


Solo (Espos)–
Penumpang kereta api selama masa libur panjang akhir tahun, yakni pada libur Tahun Baru Hijriyah, Natal 2009 dan Tahun baru 2010 diprediksi tidak akan naik signifikan.

Pasar atau animo penumpang, kemungkinan besar akan terpecah, lantaran libur panjang tersebut terbagi dalam tiga pekan yang berbeda. Sementara, di Stasiun Solo Balapan, hingga Senin (7/12), juga belum menunjukkan adanya kenaikan reservasi kereta eksekutif, seperti halnya saat libur panjang Idul Adha bulan lalu. Di mana, tiket eksekutif sudah habis dipesan sejak satu bulan sebelumnya. Bahkan, dari Stasiun Solo Balapan sendiri terpaksa menambah satu rangkaian kereta atau sembilan gerbong untuk memenuhi permintaan penumpang.

“Kalau untuk libur Natal dan Tahun baru ini, kami belum mengajukan penambahan kereta ekstra. Karena, untuk reservasi tiket balik dari Solo menuju Jakarta atau Bandung belum ada peningkatan yang signifikan. Bahkan, dengan adanya libur panjang akhir pekan yang terbagi dalam tiga waktu, kami prediksi lonjakan penumpang tidak akan terlalu besar,” tutur Kepala Stasiun Solo Balapan, Djuhandri, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Senin (7/12).

Kendati demikian, lanjut Djuhandri, pihak stasiun tetap akan membuka posko Natal dan Tahun baru sesuai dengan rencana operasi yang dibuat PT Kereta Api Indonesia (KAI). Posko tersebut, beroperasi mulai Senin-Selasa (21/12-5/1).

“Saat ini, kami masih mempersiapkan data-data penumpang Natal tahun lalu. Ada kenaikan hanya sekitar 4,3% dari rata-rata jumlah penumpang hari biasa. Jika nanti ada kenaikan permintaan yang signifikan seperti halnya saat long weekend Idul Adha lalu, maka kami akan mengajukan penambahan kereta api ekstra.” Saat ini, tambahnya, tren penjualan tiket untuk Natal dan Tahun baru masih stabil.

Di Solo Balapan, dimungkinkan akan mengalami kepadatan penumpang pascalibur Tahun baru 2010. “Mulai Senin (21/12) mungkin sudah menunjukkan ada peningkatan, tetapi Minggu (3/1), kami prediksi akan menjadi puncak balik dari arah Solo menuju Jakarta atau Bandung.”

Sementara terkait harga tiket kereta eksekutif, PT KAI menerapkan tarif maksimal. Yakni mulai dari Rp 280.000 per tiket hingga Rp 330.000 per tiket untuk jurusan Solo-Jakarta. Kereta Argolawu pukul 08.00 WIB mulai Jumat-Senin (18/12-4/1) menjadi Rp 280.000 per tiket, dari harga normal berkisar Rp 220.000 sampai Rp 250.000 per tiket. Kereta Argodwipangga pukul 20.00 WIB, tarif maksimal mencapai Rp 300.000 per tiket mulai Kamis-Minggu (17/12-3/1), dari harga normal berkisar Rp 240.000 atau Rp 270.000 per tiket.

Sementara, tarif maksimal kereta Bima pukul 21.15 WIB, berkisar Rp 330.000 per tiket, pada Kamis-Minggu (24/12-3/1). Sebelumnya, yakni Kamis-Sabtu (17-19/12), harga tiket kereta Bima hanya Rp 310.000 per tiket, dari harga normal Rp 250.000 hingga Rp 270.000 per tiket.

haw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…