Senin, 7 Desember 2009 18:09 WIB Boyolali Share :

Harga jual telur anjlok, peternak puyuh merugi


Boyolali (Espos)-
-Sejumlah peternak burung puyuh di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, mengaku dalam beberapa bulan terakhir ini terpaksa merugi hingga jutaan rupiah lantaran anjloknya harga jual telur puyuh di pasaran akibat over produksi.

Hal itu diakui salah seorang peternak burung puyuh di Desa Canden, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Handono. Dituturkan Handono, akibat harga telur puyuh anjlok, dirinya harus merugi hingga Rp 1 juta per bulan untuk seribu burung puyuh.

“Saat ini barang menumpuk, sementara permintaan agak menurun, sehingga terjadi over produksi. Akibatnya, harga telur anjlok hingga Rp 75.000 per dus,” terang Handono kepada wartawan di Boyolali, Senin (7/12).

Handono menduga menurunnya permintaan telur dipengaruhi oleh datangnya musim buah-buahan yang menyebabkan menurunnya konsumsi telur di masyarakat.

Handono menyebutkan harga normal telur puyuh sekitar Rp 125.000 per dus yang berisi 750 butir telur. Menurutnya, kerugian yang ditanggung peternak karena harga pakan ternak saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual telurnya.
“Saat ini harga pakan mencapai sekitar Rp 50.000 per dua hari per seribu ternak. Sehingga rata-rata kerugian yang diderita mencapai Rp 1 juta per hari per seribu burung puyuh,” urainya.

sry

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…