Senin, 7 Desember 2009 18:55 WIB News Share :

BPBD Jateng petakan daerah rawan bencana

Semarang (Espos)--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng membuat peta rawan bencana sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana yang kemungkinan akan datang.

Pemprov Jateng pun mendorong kepada desa-desa yang rawan terjadi bencana alam untuk mengarah menjadi desa siaga bencana untuk mengurangi tingginya risiko yang terjadi akibat bencana.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjadi desa siaga bencana adalah peningkatan kesadaran warga akan terjadinya bencana .

“Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di pedesaan agar siap terhadap bencana untuk mengurangi risiko jatuhnya korban,” papar Kepala BPBD Jateng, Drs Priyantono Djarot Nugroho, Senin (7/12) di Semarang.

Ia memaparkan di sejumlah kabupaten/kota sudah ada yang memiliki desa siaga bencana. Seperti di Cilacap (22 desa siaga bencana), Kebumen (16), Banyumas (12), Brebes (4), Kendal (14), Kabupaten Pekalongan (6), Pemalang (12), Kabupaten Tegal (6) dan Batang (2). “Di Kota Semarang masing-masing kelurahan sudah siaga,” paparnya.

Lebih jauh ia mengingatkan kepada seluruh Dinas Sosial di masing-masing daerah untuk segera mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah rawan bencana. Pemprov Jateng memberikan bantuan berupa 100 ton bahan makanan kepada masing-masing kabupaten/kota di Jateng.

Djarot mengungkapkan saat ini musim hujan sudah mulai mengguyur hampir di seluruh Jateng. Meski curah hujan masih dalam intensitas rendah, yakni 50 mm/bulan, namun di sejumlah daerah ada hujan disertai angin kencang.

“Ada beberapa kabupaten/kota di Jateng yang saat ini mulai rawan hujan disertai angin kencang, seperti di Kota Semarang, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Klaten, Sragen dan Karanganyar,” ujarnya.

kha

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…