Minggu, 6 Desember 2009 20:50 WIB Issue Share :

Kisah nyata bisa menjadi inspirasi novel

Solo (Espos)–Mengangkat kisah nyata ke dalam bentuk novel, bukan pekerjaan yang gampang. Seperti yang diungkapkan Astuti J Syahban, 38, warga Semanggi RT 05/RW XI, Gang Bengawan, Pasar Kliwon, Solo di talkshow bertajuk Sentuhan Tuhan dalam Penulisan Kisah Nyata, Minggu (6/12), di Balai Soedjatmoko, TB Gramedia, Solo.

Berdasarkan pengalamannya membuat novel Asa, Malaikat Mungilku, Astuti harus berjibaku dengan kenangan perih yang mengaduk emosinya.

Awalnya, Astuti bukanlah penulis yang berniat terjun ke dunia sastra. Namun, sejak kematian puterinya bernama Asa, dia mulai terbangun dari tidur panjangnya untuk kembali berkarya. Astuti yang semasa muda sering menulis geguritan, puisi, dan pernah berkecimpung di kelompok teater tersebut lantas kembali merangkai kata lantaran permintaan anaknya, Asa.

Kisah Asa yang menderita penyakit lupus dan meninggal dunia pada September 2007 silam, menjadi sentuhan pilu dalam novel perdananya tersebut.

“Dorongan membuat novel “Asa, Malaikat Mungilku” ini karena Asa sendiri yang minta kalau kisahnya ingin dijadikan novel,” tutur Astuti.

Novel yang dirilis Februari 2009 tersebut, telah terjual kurang lebih 1.000 eksemplar dalam kurun waktu empat bulan setelah diluncurkan. Namun, hal yang paling menarik adalah mengenai perjuangan Astuti dalam membuka kembali ingatannya dan harus mengenang detik-detik kematian anak keduanya itu saat diambil Sang Kuasa.

“Jangan dikira gampang ketika saya menuliskan novel ini. Banyak kejadian yang saya alami, saya sempat stres. Kalau nggak ada karunia Allah, novel ini tidak akan jadi. Saya yakin Tuhan selalu ada di belakang saya,” ucapnya.

Catatan-catatan kecil hingga resep dokter, dijadikan Astuti sebagi sumber penggalian isi. Isteri Joko Syahban ini, berusaha menjadi penulis novel yang jujur. “Saya ingin jadi penulis yang jujur. Kejadian saat bersama Asa semua masih saya ingat. Hingga bagaimana ucapannya ketika dia mengeluh kepada saya, semua masih ingat,” tutur Astuti.
hkt

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…