Minggu, 6 Desember 2009 18:03 WIB Karanganyar Share :

Kerusakan rumah akibat puting beliung bertambah

Karanganyar (Espos)–Jumlah rumah rusak akibat bencana puting beliung di Kecamatan Kerjo, Sabtu (5/12) sore, bertambah. Hal itu karena selain menyapu 11 rumah dan kantor Desa Tawangsari, badai tersebut juga  menerjang pemukiman penduduk di Desa Botok.

Informasi yang dihimpun Espos di Sekretariat Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Karanganyar, Minggu (6/12), menyebutkan rumah warga yang rusak di Desa Botok berjumlah delapan buah, masing-masing di Dukuh Sumberejo, Sabrang, Mojorejo, dan Bulurejo. Seperti halnya di Tawangsari, puting beliung tersebut juga merusak kantor desa setempat.

“Secara keseluruhan nominal kerugian akibat bencana itu di dua desa mencapai lebih dari Rp 50 juta. Tetapi tidak ada korban jiwa,” ungkap Koordinator Lapangan Satlak PB Kabupaten Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto, kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin. Dia mengatakan telah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat guna penanganan dampak bencana itu.

Heru yang juga Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) memaparkan, kerusakan rumah terbanyak di Desa Tawangsari adalah di Dukuh Mlokolegi, yaitu tujuh buah. Sedangkan di Desa Botok, ujarnya, kondisi terparah akibat bencana itu berada di Dukuh Sumberejo dengan angka kerusakan lima buah rumah.

Disinggung soal bantuan, dia mengatakan pihaknya telah mengirimkan logistik kepada warga yang rumahnya menjadi korban puting beliung itu, kemarin. Diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka yang tertimpa bencana. Seperti pula disebutkan, rumah warga yang terkena terjangan puting beliung di dua desa itu umumnya rusak di bagian atap dengan tingkat keparahan bervariasi.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah rumah di Dusun Singget dan Mlokolegi Desa Tawangsari , Kerjo, rusak akibat diterjang bencana puting beliung, Sabtu (5/12) sore. Belakangan diketahui, bencana itu juga terjadi di Dusun Tromoyo desa yang sama. Bahkan karena kejadian itu, dua rumah warga di lingkungan setempat ikut tersapu sehingga menambah banyak jumlah kerugian material yang dialami warga.
try

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…