Minggu, 6 Desember 2009 02:35 WIB Pendidikan,Solo Share :

Empat tahun tak ada pengadaan, regenerasi guru PLB minim


Solo (Espos)–
Guru pendidikan luar biasa (PLB) Solo mengeluh karena selama empat tahun pemerintah Kota Solo tidak membuka formasi PLB, hal tersebut mengakibatkan sulitnya regenerasi tenaga pendidik siswa berkebutuhan khusus.

Menurut Pelaksana Harian SLBN Solo, Sukamto, sejak tahun 2006 pemerintah Kota Solo tidak membuka formasi PLB, sehingga hal tersebut mengakibatkan regenerasi guru PLB menjadi tersendat.
Dia mengatakan, di Solo jumlah lulusan PLB dinilai mencukupi tetapi mereka bekarja di luar Jawa maupun di tingkat provinsi. Ada lowongan formasi untuk PLB di tingkat Provinsi, sambung dia, tetapi hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan di provinsi bukan untuk kebutuhan guru di daerah.

”Kurang lebih empat tahun tidak ada formasi CPNS untuk PLB, dan itu membuat kami kesulitan jika ada guru yang pensiun,” jelasnya ketika dijumpai Espos, Sabtu (5/12).

Dia mengatakan, karena minimnya peluang tersebut sejumlah lulusan PLB dari perguruan tinggi diminta secara langsung dari pemerintah kabupaten.

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Solo, YF Soekasno mengakui hal tersebut merupakan permasalahan untuk sekolah pendidikan luar biasa.

Berdasarkan pantauannya, ada perbedaan mengenai penyediaan data terkait jumlah guru PLB, antara pemerintah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo dan pemerintah provinsi. Dalam hal ini BKD perlu menyampaikan data jumlah guru ke Provinsi, sambung dia, selain itu melaporkan ke Pusat bahwa Pemkot kekurangan guru PLB. Sehingga pada CPNS tahun depan formasi PLB dapat dibuka.

das

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…