Minggu, 6 Desember 2009 20:23 WIB News Share :

DKI bangun taman khusus pendemo

Jakarta–Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hari Minggu mengungkapkan bahwa ia berencana membangun kawasan luas di Taman Monumen Nasional (Monas) sebagai taman untuk berdemo menyusul pelarangan aksi demo di Bundaran dan Air Mancur Hotel Indonesia (HI).

Fauzi Bowo tergerak untuk berencana membangun kawasan luas guna  menampung massa berdemo di Taman Monas itu karena seringnya terjadi demonstrasi di kota Jakarta.

“Kami akan buat taman ini agar demonstrasi tidak dilakukan lagi di bunderan HI karena tepian air mancurnya banyak yang rusak diinjak-injak,” kata Gubernur di Jakarta, Minggu (6/12).

Daerah yang akan dijadikan tempat berdemo itu berada di Taman Monas, yakni perempatan pertemuan antara Jl Merdeka Selatan dan Jl Merdeka Barat dan diperkirakan dapat menampung hingga 10.000 orang.

“Siapa saja nantinya boleh berdemo di sini asal mendapat izin dari kepolisian,” kata Fauzi.

Gerbang memasuki Taman Monas di tempat itu akan dimundurkan 50 hingga 100 meter ke arah Tugu Monas, sehingga menambah area lapang yang dapat digunakan massa untuk berkumpul dan menyampaikan aspirasinya. Bahkan, bila perlu, Pemprov DKI Jakarta akan membangun panggung yang dapat digunakan untuk berorasi maupun untuk pertunjukan musik dan lain-lain.

Hari Minggu (29/11) lalu, bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), sejumlah aktivis Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) dilarang mendirikan panggung di HI untuk berdemonstrasi.

Pelarangan itu, menurut Fauzi, dilakukan karena muncul kekhawatiran bahwa demonstrasi itu bakal merusak Air Mancur HI senilai Rp14,2 miliar itu. Selama ini aksi demo yang digelar di Bundaran HI telah mengakibatkan kerusakan di tempat itu dari skala kecil hingga skala besar.

“Banyak batu hiasan di Air Mancur pecah tiap kali demo. Bahkan pernah pipa penyemprot mampet karena sampah,” kata Gubernur memberi contoh.

Tempat baru yang disiapkan itu dinilai Fauzi dapat menjadi tempat pengganti demo yang sesuai, karena letaknya strategis dan dekat dengan Bundaran HI, sehingga efek keramaian massa yang diharapkan demonstran relatif sama.

Namun kapan area demo khusus tersebut dapat digunakan masyarakat, Gubernur belum mengetahui tanggal pastinya. Tetapi ia mengatakan bahwa tempat itu akan segera dibangun agar  agar massa tidak lagi menggunakan Bundaran HI yang dapat merusak ikon Jakarta itu.

“Kami akan bangun dalam waktu dekat. Yang jelas taman ini untuk kepentingan bersama dan bukan pribadi,” katanya.
Ant/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…