Sabtu, 5 Desember 2009 14:32 WIB News Share :

SPI mengutuk penembakan petani di Ogan Ilir


Palembang–
Penembakan 11 petani oleh petugas mendapat respon dari berbagai pihak. Selain Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang, Serikat Petani Indonesia (SPI) juga mengutuk keras penembakan terhadap petani yang terjadi, Jumat (04/12).

“SPI Sumsel mengutuk keras penembakan terhadap petani. Kita akan menyampaikan ke Komnas HAM,” kata Rohman, Ketua SPI Sumsel.

Ketua Departemen Kajian Strategis SPI, Ahmad Yakub mengatakan, dalam konflik pertanahan seharusnya pihak kepolisian bertindak mengayomi petani dan turut melindungi petani. “Karena atas nama apapun tindakan kekerasan terhadap masyarakat adalah melawan hukum,” tegasnya.

“Tim pengacara SPI juga siap mendampingi petani,” katanya. Dan demi citra baik kepolisian, tambah Yakub, pihak kepolisian harus mengusut tuntas pelaku penembakan tersebut.

Menurut Yakub, wakil ketua Komnas HAM sudah kami hubungi terkait dengan penembakan tersebut.

Sementara itu, Indonesia Human Right Center for Sosial Justice juga megutuk kejadian tersebut. “Kami juga mengutuk tindakan aparat yang berlaku brutal di Sumsel. IHCS siap mendukung petani seratus persen,” kata Ridwan Darmawan.

Demikian juga Petani Crisis Center, sebuah organisasi yang dibentuk bersama antara SPI, Walhi, Konsosium Pembaruan Agraria (KPA) dan beberapa organisasi lainnya, juga mengutuk keras penembakan terhadap petani yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…