Sabtu, 5 Desember 2009 08:42 WIB News Share :

Ruang kelas puluhan ribu sekolah di Jateng disinyalir kondisinya rusak


Semarang (Espos)–
Dinas Pendidikan Provinsi Jateng mensinyalir masih ada sekitar 28.000 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Jateng dengan ruang kelas rusak yang belum terselesaikan hingga akhir tahun ini.

Perbaikan sekolah rusak tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Drs Sunarto MPd, mengatakan komposisi anggaran untuk rehab sekolah rusak dibebankan secara berimbang dengan komoposisi Pemerintah Pusat (50 persen), pemerintah provinsi (30 persen) dan pemerintah kabupaten/kota (20 persen).

Anggaran rehab dari pemerintah pusat dan  Pemprov, menurutnya sudah didistribusikan secara penuh kepada masing-masing kabupaten/kota. “Jadi tidak ada jatah pusat atau provinsi yang tidak tertangani. Jika masih ada kerusakan kemungkinan dari jatah kabupaten/kota,” ungkap dia, Jumat (4/12).

Meski demikian, jelas dia, Pemprov Jateng melalui Dinas Pendidikan pada tahun 2010 nanti tetap mengalokasikan anggaran untuk rehab lokal kelas dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah. Dinas Pendidikan, lanjutnya, memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jateng.

“Salah satunya dengan melakukan perbaikan sekolah rusak. Ini juga memerlukan peran serta masyarakat seluruhnya,” tandasnya dia.

Pada bagian lain Sunarto menjelaskan, anggaran pendampingan  BOS (Bantuan Operasional Sekolah) pada tahun 2010 dianggarkan jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran senilai Rp 193 miliar untuk pendampingan BOS, dimana tahun sebelumnya hanya berkisar Rp 20 miliar.

kha

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…