Sabtu, 5 Desember 2009 19:45 WIB News Share :

Prita sampaikan terima kasih atas gerakan Koin Peduli

Jakarta–Terdakwa pencemaran nama baik RS Omni, Prita Mulyasari, mengucapkan terimakasih atas simpati yang diberikan masyrakat kepada dirinya melalui gerakan “Koin Peduli Prita”. Prita menilai gerakan ini sebagai simbol perjuangan rakyat dalam memperjuangkan sebuah keadilan.

“Hanya tuhan yang dapat membalas semua kebaikan ini. Terimakasih atas semuanya,” tutur Prita saat berbincang dengah detikcom, Sabtu (5/12).

Menurut Prita, bentuk dukungannya ini tidak bisa hanya dilihat dari segi nominal. Gerakan ini adalah sebuah simbol rakyat kecil yang mencari sebuah keadilan di negeri ini.

“Seharusnya ini jadi jeweran bagi aparat keadilan. Sampai-sampai masyarakat menyerahkan koin untuk mencari keadilan di negara hukum seperti ini,” kata Prita.

Prita mengaku prihatin kepada proses hukum yang berjalan di Indonesia.Prita mempertanyakan apakah dengan adanya gerakan ini para aparat penegak hukum tidak terketuk hatinya.

“Sampai saya mendengar tadi siang kepala sekolah sebuah SMP mencari informasi mengenai alamat saya kepada salah satu stasiun televisi karena anak-anaknya mau menyerahkan bantuan langsung ke Prita, gimana saya nggak sedih,” kisahnya

dtc/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…