Sabtu, 5 Desember 2009 14:17 WIB Haji,Internasional Share :

Pengurus Biro bantah telantarkan jamaah haji nonkuota


Mekkah–
Jamaah haji Indonesia nonkuota bernama Abdul Salam Ahmad merasa ditipu pengurus biro perjalanannya dan akan mengadukan ke polisi dan Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pengurus biro Cecep Kholil membantah menipu dan mengaku bertanggungjawab penuh.

“Ditipu siapa? Mungkin bukan sama saya, itu mungkin Pak Popo. Saya saja belum dibayar sebagian sama Pak Popo. Saya juga merasa dirugikan tentang adanya pemberitaan bahwa saya menipu, itu tidak benar,” kata Cecep Kholil kepada wartawan di kantor PPIH Daker Makkah, ketika hendak menjemput Abdul Salam Ahmad, Jumat (4/12) waktu setempat.

Cecep yang datang didampingi seorang perempuan yang mengaku bernama Lilies itu membenarkan bahwa dirinya hanya ketitipan sekitar 50 jamaah haji nonkuota dari sejumah pegurus biro perjalanan di daerah. Diantaranya jamaah titipan dari Haji Popo (Tasikmalaya), Haji Alimi dan Haji Hadad (Sulawesi). “Termasuk jamaah yang dibawa adik saya ini,” ungkapnya.

Mengenai tudingan Abdul Salam, Cecep mengatakan, sebenarnya jamaah haji itu yang tidak mau memahami keadaan ketika meminta pulang pada 2 Desember lalu. Bahkan ketika dirinya sedang berupaya mengurus kepulangan Abdul Salam ternyata jadwal penerbangan sangat padat dan tidak ada kursi penerbangan sehingga dialihkan menjadi 9 Desember 2009.

“Bapak Abdul Salam ini tidak sabar dan banyak keluhan lainnya. Maklum kan sudah berumur,” kilahnya.

Menurut Cecep, dirinya cuma diminta mengurus di Makkah seperti
pemondokan, makanan dan transportasi. “Sebenarnya saya banyak ruginya. Tapi saya akan menanggung semuanya, termasuk membelikan tiket kepulangannya. Tiket sudah saya pegang, sementara paspor masih berada di tangan Muasasah. Tiket pulangnya tanggal 9,” jelasnya.

Cecep juga membantah telah menelantarkan semua jamaah haji nonkuota yang berada di dalam penitipannya, termasuk menelantarkan Abdul Salam dalam kondisi sakit.

“Itu tidak benar. Kita bawa ke rumah sakit dikasih obat waktu di Mina. Di tenda juga dikasih makan,” ujarnya.

Cecep mengakui, banyak sekali pihak sponsor atau biro perjalanan haji di daerah yang meminta uang seenaknya kepada para calon jamaah dengan menjual angin surga di Makkah. Namun Cecep mengaku hanya dititipkan untuk mengurus keperluan jamaah haji nonkuota saja di Makkah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Salam Ahmad jamaah haji nonkuota asal Gowa, Sulewesi Selatan, dan tinggal di Tasikmalaya, Jawa Barat ini berangkat haji pada 7 November 2009 lalu. Namun nasibnya terlantar bersama puluhan jamaah haji nonkuota lainnya di Makkah Al Mukarramah.

Abdul Salam yang pensiunan PNS Departemen Dalam Negeri dan bergelar MSi itu mengaku telah ditelantarkan Cecep, penghubung biro perjalanan haji yang dikelola Haji Popo asal Tasikmalaya. Alasannya, dirinya dianggap belum membayar lunas.

Bahkan, Abdul Salam mengaku ditinggalkan begitu saja tanpa paspor dan tiket untuk pulang. Padahal jamaah rombongannya sudah pulang menuju Jeddah sejak dua hari lalu. Belum lagi kisahnya yang menceritakan dirinya dibiarkan begitu saja ketika sakit di pemondokan maupun saat mengikuti proses ibadah di Armina.

Jamaah haji nonkuota merupakan jamaah yang tidak terdaftar di Departemen Agama (Depag).

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…