Sabtu, 5 Desember 2009 10:30 WIB Ekonomi,Solo Share :

Pengembang pesimis penjualan properti capai target akhir tahun

Solo (Espos)–Kalangan pengembang Kota Solo mengaku pesimis mampu meraih target penjualan properti, di akhir tahun 2009. Hingga November lalu, rata-rata pengembang baru mencapai volume penjualan sebesar 80% hingga 85% dari target yang ditetapkan tahun ini.

Disampaikan General Manager Century21, Adjie Atmodiwiryo, penjualan unit rumah hingga awal Desember baru terealisasi 80%. Menurutnya, pasar cenderung menunda investasi yang banyak disebabkan karena kendala likuiditas. Penjualan unit pun didominasi primary market. Atau, 60:40 jika dibandingkan dengan secondary market.

“Menggenjot penjualan unit rumah akhir tahun ini pun kami rasa sangat sulit. Apalagi, kalau akhir tahun orang cenderung akan melihat dulu bagaimana situasi perekonomian tahun depan, sebelum memutuskan untuk berinvestasi,” tutur Adjie, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Jumat (4/12).

Belum lagi, tambahnya, tiga bulan terakhir pemerintah masih
mempertahankan posisi BI Rate di 6,5%. “Kalangan
properti masih melihat kalau perbankan masih hati-hati
dengan permintaan kredit atau dana yang nilainya cukup
besar. Banyak kasus, di mana konsumen menunda investasi
karena pengajuan kredit tidak 100% atau minimal 80%
dikabulkan oleh pihak bank.”

Meskipun, seiring pergerakan suku bunga bank selama satu tahun ini juga diikuti penurunan bunga kredit perumahan berkisar 10% hingga 10,5% dari tahun lalu yang berkisar 11%. “Ini khusus untuk primary market yang kami nilai masih cukup bagus.”

Pemerintah pun diminta menaikkan porsi subsidi bunga yang
disalurkan melalui perbankan. “Misalnya, untuk Century21 ini
juga banyak terbantu dengan subsidi bunga sebesar 6% dari
bunga 13% yang disalurkan melalui Bank BTN. Kalau perlu
kebijakan semacam ini porsinya lebih banyak lagi.”

haw

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…