Sabtu, 5 Desember 2009 20:02 WIB Boyolali Share :

Pengasapan Doplang-Boyolali terbakar, kerugian capai Rp 12,5 juta


Boyolali (Espos)–
Sebuah tempat pengasapan tembakau di Dukuh Kuncen Desa Doplang Kecamatan Teras terbakar, Sabtu (5/12) sekitar pukul 08.00 WIB.

Pemilik tempat pengasapan, Agus Prawoto, 53 mengatakan, akibat peristiwa kebakaran itu pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 12,5 juta. “Tidak ada tembakau yang bisa diselamatkan. Semuanya ikut terbakar,” ucap Agus saat ditemui wartawan.

Menurut Agus, tembakau yang berada di tempat pengasapan kurang lebih sebanyak 5 ton senilai Rp 7,5 juta. Dikemukakan dia, kerugian lain yaitu akibat bangunan tempat pengasapan yang rusak. Seluruh bambu tempat meletakkan tembakau turut terbakar dan genteng pun ikut rusak berantakan. Jika ditotal, kerusakan bangunan senilai Rp 5 juta.

Awal mula kebakaran, kata dia, terjadi ketika para pekerjanya akan menambah sekam dan kayu di ruang pengasapan. Agus menuturkan, waktu itu ada api yang sudah menyala dan akhirnya cepat merambat ke daun tembakau. Untungnya, imbuh dia, ada mesin disel yang biasa dipake di tempat usahanya. Sehingga, begitu ada kebakaran, puluhan pekerjanya membantu memadamkan api dengan menggunakan air yang mengalir di sungai dekat tempat pengasapan.

Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho SH melalui Kapolsek Teras, AKP Demianus P SH menyampaikan, dugaan sementara penyebab kebakaran tempat pengasapan yaitu karena kurang kontrol.

nad

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…