Sabtu, 5 Desember 2009 12:45 WIB News Share :

PDIP tuntut proses angket Century terbuka dan transparan

Jakarta–PDIP mengaku kecewa atas terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Pansus Hak Angket Bank Century. Oleh karena itu PDIP menuntut segala proses dalam hak angket ini dilakukan secara terbuka dan transparan agar dapat dipantau oleh masyrakat.

“Meskipun kita kecewa mudah-mudahan masih ada harapan sesuai dengan riilnya,” ujar salah satu anggota pansus dari PDIP Eva Kusuma Sundari di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/12) malam.

Eva mengatakan integritas menjadi penting karena hasil yang diinginkan adalah hasil yang berkualitas dalam penyelesaiannya. Tapi menurut Eva tampaknya segala upaya dan prosedur ternyata tidak serius dan tidak tulus.

“Biar rakyat yang menilai. Ini realitas politik demokrasi kita yang masih sebatas prosedural,” imbuhnya.

Dengan terpilihnya Idrus Marham sebagai ketua pansus yang dinilainya masih memiliki masalah dengan integritas, maka PDIP menuntut proses dan kinerja pansus harus terbuka dan transparan. Hal itu diperlukan agar masyrakat dapat memantau apakah hak angket ini akan digembosi atau tidak.

“Kita tuntut itu terbuka untuk memperkecil adanya penggembosan. Ketika kita memilih pimpinan yang dikhawatirkan masyrakat, maka jalan keluarnya adalah dengan kompensasi harus terbuka sehingga masyarakat bisa mengontrol,” kata Eva.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…