Sabtu, 5 Desember 2009 21:45 WIB Klaten Share :

Khawatir pasar tradisional terpinggirkan, Dewan minta pasar modern dibatasi


Klaten (Espos)–
Komisi II DPRD Klaten meminta Pemkab setempat membatasi peredaran pasar modern. Dalam beberapa tahun ini, perkembangan berdirinya pasar modern sangat pesat di Klaten, sehingga komisi tersebut khawatir akan berdampak pada perkembangan pasar tradisional.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Klaten, Sunarto kepada wartawan di Gedung Dewan mengatakan, perkembangan pasar modern di wilayah penghubung Yogyakarta-Solo itu semakin pesat dari tahun ke tahun. Berdasarkan pantauannya, sedikitnya terdapat dua pasar modern dalam bentuk retail skala kecil di tiap-tiap kecamatan.
“Kalau ini dibiarkan terus, bisa mengancam keberadaan pasar tradisional yang ada di Klaten,” urai dia, Sabtu (5/12).

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Disperindagkop & UMKM) yang termuat dalam buku saku Mengenal pasar di Klaten, jumlah pasar tradisional di wilayah tersebut mencapai sedikitnya 80 unit. Sebanyak 37 diantaranya merupakan pasar dengan status kepemilikan desa.

Agar tidak semakin terpinggirkan, Sunarto meminta Pemkab untuk menertibkan keberadaan pasar modern. Selain itu, Pemkab juga harus membatasi pendirian pasar modern. Dengan upaya itu, setidaknya terdapat upaya untuk memproteksi keberadaan pasar tradisional.

haa

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…