Sabtu, 5 Desember 2009 10:48 WIB News Share :

11 Warga Palembang kena ditembak polisi


Jakarta–
Sebanyak 11 warga Palembang dilaporkan mengalami luka akibat terkena peluru karet yang dilepaskan petugas. Namun demikian polisi beralasan warga melakukan perlawanan saat petugas membongkar pondok mereka di PTPN VII.

“Satgas didampingi Brimob (BKO Polda Sumsel) melakukan pembongkaran pondok dan patok warga Desa Rengas di areal kebun tebu Rayon VI, mengetahui hal tersebut massa menuju Rayon VI berupaya masuk kamp dengan anarkis,” terang Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna melalui pesan singkat, Jumat (4/12) malam.

Massa yang diperkirakan berjumlah 400 orang, sekitar pukul 13.30 WIB, terlihat mulai agresif. “Dalam aksi anarkis tersebut massa bermaksud merebut senjata brimob dan membakar kantor perumahan karyawan dan gudang pupuk,” tambah Nanan.

Nanan mengaku, melihat tindakan itu petugas lalu memberikan tembakan peringatan, namun entah bagaimana 11 warga terkena peluru karet.

“Lalu pasukan Brimob memberikan tembakan peringatan sehingga terjadi penembakan terhadap masyarakat,” imbuhnya.

11 Korban itu yakni Erwani (45), mengalami luka tembak di tangan kiri, Asep (20), mengalami luka tembak di leher kiri, M Gunadi (35), mengalami luka tembak di dada kiri, Wawan (25) mengalami luka tembak di dada kiri.

Kemudian Suhandi (35), mengalami luka tembak di dada kiri, Muklis (23), luka tembak di tangan kiri, Sirin (35) luka tembak di kaki kanan, Purba, lluka tembka di pipi kanan.

Fauzi (31), mengalami luka tembak di dada kiri Rahmat Setiawan (20), Luka tembak di kaki kiri, dan Ahmad Sabili (25). Para korban seluruhnya warga Desa Rengas, Payaraman.

“11 orang ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Palembang dan korban pihak karyawan perkebuna Cinta Manis 3 orang terkena luka bacok” urai Nanan.

Sedang bangunan yang terbakar yakni pos satpam, kantor rayon enam, 4 unit bedeng, 8 rumah karyawan, 1 motor, dan 1 mobil pick up.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…