Jumat, 4 Desember 2009 18:35 WIB News Share :

Sindikat pembobol ATM ditangkap

Semarang (Espos)–Salah satu tersangka sindikat pembobolan ATM yang beroperasi di Kota Semarang berhasil dibekuk aparat Polresta Semarang Selatan.

Sedikitnya tujuh anjungan tunai mandiri (ATM) dari sejumlah bank sudah dibobol sindikat yang sementara ini teridentifikasi beranggotakan dua personel, yakni Pendi Irawan, 27 dan Indra yang berhasil kabur.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di Mapolresta

Semarang Selatan, Jumat (4/12), peristiwa ini terungkap

setelah salah satu korbannya, Martinus Ngatmin, berhasil

mengetahui aksi tersebut.

Saat itu, Minggu (18/10), sekitar pukul 20.00 WIB korban ingin mengambil uang di ATM Bank Mandiri di Swalayan ADA di JL Setiabudi, Semarang. Namun saat memasukkan kartu ke mesin ATM, korban tidak dapat menarik uang tunai dan kartu tertelan di dalam mesin. Korban kemudian menghubungi nomor call center Bank Mandiri yang tertera dalam stiker di dekat mesin ATM.

Oleh seseorang yang mengaku sebagai sebagai petugas di Call

Center Bank Mandiri, korban diminta menyebutkan nomor PIN

kartu ATM-nya untuk mengambil kartu dari dalam mesin. Korban

pun menyebutkan.

Korban kemudian meninggalkan lokasi mesin ATM. Tak berapa

lama kemudian, ternyata salah satu tersangka, Pendi, masuk

ke dalam ruang ATM dan mengambil kartu ATM milik korban.

Tersangka mengambilnya dengan menggunakan jarum jahit.

Setelah berhasil mengambil kartu, tersangka meninggalkan

lokasi dan bermaksud menarik uang menggunakan kartu milik

korban di mesin ATM lain. Beruntung korban megetahuinya

karena sebelumnya sudah menaruh curiga.

Korban kemudian berupaya mengejar Pendi yang pergi bersama

Indra. Pendi yang berasal dari Lampung Selatan ini akhirnya

berhasil dibekuk, sementara Indra berhasil melarikan diri.
Dari penangkapan tersebut diketahui ternyat pelaku sebelumnya sudah mengganjal mesin ATM menggunakan batang

korek api sehingga mesin macet dan dianggap rusak.

Stiker Call Center Mandiri yang tertempel di dekat mesin ATM juga perbuataan pelaku dengan memberikan nomor miliknya untuk menipu korbannya.

Kapolresta Semarang Selatan, AKBP Nurcholis melalui Kasat

Reskrim, AKP Gandung S, menuturkan jutaan rupiah sudah

digondol pelaku dari hasil kejahatan membobol mesin ATMmenggunakan kartu milik orang lain.
setidaknya ada tujuh mesin ATM yang sudah dibobol pelaku
pada awal Oktober lalu ,di antaranya ATM Bank MAndiri di
SPBU Kaliwiru, ATM BCA di Jl MT Haryono dan ATM BNI di Java
Mall Semarang.

“Kami terus berupaya untuk menangkap pelaku lain yang kabur.
Mereka kami jerat Pasal 363 KUHP,” pungkas Kasat.

kha

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…