Jumat, 4 Desember 2009 01:52 WIB Solo Share :

Pembangunan mall di Tirtonadi tuai kecaman


Solo (Espos)–
Pembangunan pusat bisnis di Terminal Tirtonadi yang tengah diperluas mulai menuai kritik. Pemkot dinilai melakukan pembohongan publik kepada warga Solo.

Tokoh masyarakat Solo, HM Sungkar mengecam keras rencana pembangunan pusat bisnis di atas Terminal Tirtonadi tersebut. Menurutnya, sosialisasi soal rencana pembangunan pusat bisnis di kawasan tersebut belum pernah dilakukan sama sekali.
Selama ini, lanjutnya, warga hanya mendapatkan informasi bahwa Solo bakal memiliki terminal yang representatif dan megah. “Ini namanya pembohongan publik. Karena, sosialisasinya selama ini adalah pembangunan terminal. Bukan agenda lain,” tegas Sungkar kepada Espos, Rabu (2/12) malam.

Menurut Sungkar, pembangunan pusat bisnis dengan mengatasnamakan perluasan terminal adalah bentuk lain dari pembohongan publik. Bukan saja hal itu telah menciderai era keterbukaan dalam kehidupan berbangsa, namun juga sangat mengejek rakyat kecil yang sehari-hari hidup dari pasar-pasar tradisional.

“Kenapa dari dulu nggak bilang sekalian akan dibikin mall super megah di Tirtonadi. Biar pasar tradisional mati sekalian. Tak perlu pakai iming-iming akan perluas terminal segala,” ketusnya.

Selain itu, Sungkar juga mempertanyakan posisi Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengurusi pembangun pusat bisnis di terminal tersebut yang semestinya menjadi pekerjaan Dinas Pengelola Pasar atau Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Di sisi lain, dia juga mempertanyakan alasan kenapa untuk membangun pusat bisnis harus di lokasi terminal.

Menanggapi soal dampak lalu lintas di kawasan terminal pasca pembangunan pusat bisnis, Kabid Lalu Lintas Dishub, Baskoro menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan kajian bersama tim konsultan sekitar sepekan lalu.

Dalam kajian mengenai dampak lalu lintas di kawasan tersebut disebutkan bahwa sejumlah jalan dan jembatan yang menuju terminal akan dilakukan pelebaran serta pengaturan kembali arus lalu lintas dengan sistem terpadu.

Bahkan, direncanakan akan membangu jalan layang (fly over) di perlintasan kereta api (KA) via duck Gilingan serta terowongan di perlintasan KA proliman Pasar Legi.

asa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…