Jumat, 4 Desember 2009 23:12 WIB Solo Share :

Lima terminal bayangan bakal ditertibkan

Solo (Espos)–Perluasan Terminal Tirtonadi saat ini bakal berdampak pada keberlangsungan sejumlah terminal bayangan di Solo. Salah satunya ialah bakal adanya penertiban dan penyatuan terminal-terminal bayangan ke dalam Terminal Tirtonadi.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Baskoro menjelaskan, salah satu penyebab munculnya terminal bayangan ialah lantaran kapasitas Terminal Tirtonadi selama ini dianggap kurang memadai. Sehingga, upaya penertiban selalu terbentur dengan kondisi yang ada.

“Dengan perluasan terminal, diharapkan bisa menampung terminal-terminal bayangan selama ini,” ujarnya ketika ditemui Espos di ruang kerjanya, Jumat (4/12).

Ada lima terminal bayangan yang selama ini tumbuh di Solo. Kelima terminal bayangan tersebut ialah terminal di Jalan  Veteran, terminal di Jalan Slamet Riyadi depan Solo Square, terminal di Jalan Ahmad Yani, terminal di Jalan Setya Budi, serta terminal Trevel Papsa Gilingan. Terminal bayangan di jalan Veteran khusus untuk bus ke Pulau Sumatera, sedangkan terminal di jalan Setya Budi khusus jurusan Denpasar dan Mataram.

“Dengan penyatuan terminal-terminal bayangan tersebut, maka akan berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di sejumlah jalur. Untuk itulah perlu dilakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas di sejumlah persimpangan,” terangnya.

Mengacu pada pedoman analisis dampak lalu lintas, kata Baskoro, maka direncanakan akan dibangun fly over di perlintasan sebidang palang Joglo. Selain itu, juga akan dilakukan peningkatan kapasitas jalan yang dimulai dengan melakukan penertiban PKL di Jalan S Parman, Jalan Ahmad Yani, serta Jalan Piertendean. Untuk mengurangi volume lalu lintas di Jalan S Parman terutama ketika keretab api (KA) melintas, lanjutnya, juga direncanakan akan dibangun terowongan (underpass) atau skybridge sepanjang 400 meter.

asa

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…