Jumat, 4 Desember 2009 11:53 WIB News Share :

Jelang Muktamar NU, basis pesantren harus kembali dikuatkan

Jakarta–Menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-32 di Makassar pada Maret 2010 mendatang, NU diminta untuk konsisten kembali kepada basis awalnya, yaitu pesantren. Seruan ini datang dari Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

“Muktamar NU di Makassar nanti harus menjamin pemihakan yang jelas kepada pesantren,” ujar Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammdiyah dalam rilis yang terima detikcom, Kamis (3/12) malam.

Hilmi menegaskan, siapa pun yang menjadi ketua umum NU dalam muktamar nanti, harus menjamin kontinuitas program dan kebijakan dengan periode sebelumnya. “Kepemimpinan Kiai Sahal dan Kiai Hasyim dalam sepuluh tahun terakhir patut diapresiasi,” jelasnya.

KH Hasyim Muzadi secara jelas menyatakan tak bersedia maju lagi menjadi ketua umum. Untuk menjaga keberlanjutan kepemimpinan, dibutuhkan figur yang mampu menjamin program dan memiliki visi kepesantrenan.

“Gerakan kembali ke pesantren adalah satu keharusan dalam agenda besar pembangunan NU ke depan,” imbuhnya.

Menurut Hilmi, sejarah berdirinya NU bermula dari pesantren dan menjadi gerakan sosial keagamaan yang memberi perhatian terhadap masyarakat kecil dan kemandirian pesantren. “Khittah ini perlu kita rawat kembali dan kita revitalisasi,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Jenderal Majelis Alumni IPNU Asrorun Niam menambahkan, nilai-nilai khas pesantren harus diwujudkan dalam memimpin NU maupun bangsa. “Pesantren mengajarkan semangat kesederhanan dan kesahajaan, pesantren mengajarkan semangat kesetaraan dan egaliter,” katanya.

Lebih lanjut Asrorun menjelaskan, tradisi akademik yang begitu hidup dan dinamis harus tetap dirawat dan didorong terus. “Dan itu dibutuhkan figur yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap pesantren dan tradisi akademiknya,” tandasnya.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…