Jumat, 4 Desember 2009 07:10 WIB Boyolali Share :

Akhir 2009, jumlah KK miskin ditarget turun jadi 29%

Boyolali (Espos)–Jumlah kepala keluarga (KK) miskin pada akhir 2009 diharapkan bisa turun menjadi 29%. Pada tahun 2007, jumlah KK miskin tercatat sebanyak 94.853 KK (34,9%) dan dapat diturunkan menjadi 88.225 KK (31,05%) pada tahun 2008.

“Dampak dan kontribusi program PNPM di Kabupaten Boyolali salah satunya adalah keberhasilan program pengentasan kemiskinan cukup signifikan,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Boyolali, Drs Djoko Triwiyatno MSi.

Pada sambutan tertulis ucapan selamat datang Kepala Bappeda pada acara penerimaan tamu dari World Bank dan Tim Mongolia di Kabupaten Boyolali, Rabu (2/12), Djoko menyampaikan keberhasilan program pengentasan kemiskinan itu bisa terlihat dari berbagai intervensi yang ada dalam membantu masyarakat miskin.

Misalnya, jambanisasi, pemugaran perumahan, bantuan ternak, penyediaan air minum atau air bersih, pelayanan kesehatan dan penuntasan wajar Dikdas.

Selain itu, imbuhnya, program PNPM juga ikut meningkatkan kapasitas Pemerintahan Daerah, institusi tingkat lokal/desa dan meningkatnya aspek gender dan pemberdayaan perempuan.
Penurunan jumlah KK miskin sebagai dampak adanya program PNPM juga diakui Kades Mudal Kecamatan Boyolali Kota, Parno. Sejak ada program PNPM atau yang sebelumnya dikenal dengan sebutan program P2KP, jumlah KK miskin terus menurun.

“Pada tahun 2005, jumlah KK miskin di atas 700 KK. Tahun 2006 dan 2007 kurang lebih 449 KK miskin. Sampai sekarang, jumlah KK miskin di Banyumudal sebanya324 orang. KK miskin mulai berkurang terus,” ucap Parno.

Djoko menyampaikan, setelah program PNPM MP berjalan melalui sejumlah pembelajaran, kemitraan dan sinergi antara Pemda, masyarakat dan kelompok peduli melalui Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (Paket)serta kegiatan kemitraan, maka pada tahap selanjutnya kegiatan PNPM MP/P2KP diorientasikan untuk membangun masyarakat madani.

nad

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…