Jumat, 4 Desember 2009 21:20 WIB Boyolali Share :

3.621 Pelamar CPNS dipastikan ikuti ujian tertulis

Boyolali (Espos)--Sebanyak 3.621 pelamar yang memenuhipersyaratan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Boyolali akan mengikuti ujian tertulis, Minggu (6/11) besok.

Sementara ada sebanyak 11 sekolah di dua kecamatan yaitu
Mojosongo dan Boyolali yang akan dijadikan tempat
pelaksanaan ujian tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali,
Agus Partono melalui Kasubbid Formasi dan Pengembangan,
Sarwanto mengemukakan, jumlah total pelamar CPNS yaitu 4.163
orang tapi yang memenuhi persyaratan hanya 3.621 pelamar.
Sedangkan sisanya sebanyak 542 tidak memenuhi persyaratan.

“Untuk formasi pendidik ada 1.372 pelamar yang akan
memperebutkan 108 formasi. Pada tenaga kesehatan terdapat
1.467 pelamar dengan jumlah formasi 62. Adapun pada formasi
PNS lainnya, yang mendaftar 782 pelamar dan jumlah
formasinya 23,” terang Sarwanto saat ditemui wartawan di
ruang kerjanya, Jumat (4/12).

Sartono yang juga merupakan staf teknis panitia penerimaan
CPNS Kabupaten Boyolali tahun 2009 itu menuturkan, di antara
pelamar itu sebanyak 3.412 mengirimkan berkasnya lewat pos
dan 751 pelamar mendaftar melalui internet.
Dijelaskan Sarwanto, jadwal tes pada Minggu besok yaitu
berupa ujian Tes Pengetahuan Umum (TPU) dan tes Potensi
Individu (TPI).

Ditanya soal pengamanan selama ujian berlangsung yaitu
dengan melibatkan pengawas dari panitia, non panitia/guru,
jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan
kepolisian.

“Tiap lokasi ada satu Satpol dan satu polisi yang bertugas.
Sedangkan tenaga pengawas dari panitia di tiap sekolah ada
yang tiga orang dan ada yang empat orang. Untuk satu ruang
ujian ada satu guru pengawas dan setiap ruangan maksimal 20
peserta,” jelas Sarwanto.

Menurut Sarwanto, soal ujian akan diambil oleh panitia
bersama Kepala BKD Boyolali, Kepala Inspektorat Boyolali,
dua personel polisi dan dua Satpol PP pada Sabtu (5/12) hari
ini. Untuk mencegah kebocoran soal ujian, imbuhnya, salah
satu upaya yang dilakukan yaitu kendaraan pengangkut soal
ujian tidak boleh berhenti untuk mengisi bensin maupun
sekadar penumpang mau makan.

nad

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…