Kamis, 3 Desember 2009 06:53 WIB Wonogiri Share :

Pilkada Wonogiri, Muhammadiyah tak arahkan warga


Wonogiri (Espos)–
Walau dua bakal calon bupati, Suwarsono dan Sutadi termasuk warga Muhammadiyah, organisasi itu tidak mengarahkan warganya ke calon tertentu.

Sementara itu, Brigjen (Mar) Giyarto, yang meramaikan bursa Pilkada, mengincar kursi bupati (bukan kursi wakil bupati).
Anggota tim sukses dari Divisi Asisten Operasi Giyarto Center, Didik Rahmat, di Wonogiri, Rabu (2/12), menegaskan Giyarto mencalonkan diri untuk jabatan bupati, bukan wakil bupati.

Sementara itu, Ketua PD Muhamadiyah Wonogiri, H Kusman Thoha, mengatakan Muhammadiyah tetap independen dan meminta seluruh kadernya untuk menyukseskan Pilkada 2010 di Wonogiri.
Dia menyebut kriteria pemimpin adalah amanah, tahu akan kondisi Wonogiri dan mau meningkatkan kesejahteraan masyarakat Wonogiri.

“Untuk yang terakhir, yakni meningkatkan kesejahteran masyarakat Wonogiri akan menjadi jargon semua kandidat, makanya Muhammadiyah menetapkan prioritas kali pertama soal amanah,” ujar H Kusman.

Dari kandidat yang telah muncul saat ini, mana yang didukung? H Kusman mengatakan agar semua kader Muhammadiyah memilih sesuai pilihannya. “Kami tidak akan mengarahkan untuk memilih si A atau si B, sebab Muhammadiyah tetap menjaga netralitas. Kalaupun ada kader Muhammadiyah yang maju, itu urusan pribadi dan tidak menyangkut soal lembaga. Walau secara institusi, Muhammadiyah bisa mengusung calon sendiri lewat jalur independen.”

tus

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…