Kamis, 3 Desember 2009 11:04 WIB News Share :

Merpati mendarat darurat, KNKT lakukan investigasi


Jakarta–
Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan pemeriksaan terhadap pesawat Merpati yang mendarat darurat di Bandara El Tari, Kupang, NTT. Selama proses ini dilakukan, bandara ditutup sementara.

“Kita tidak bisa memindahkan pesawat karena masih harus menunggu pemeriksaan KNKT,” kata Humas Merpati, Sukandi, saat dihubungi lewat telepon, Kamis (3/11) dini hari.

Menurut Sukandi, pemeriksaan KNKT tersebut diyakini tidak akan berlangsung lama. Sebab kerusakan pesawat yang mengangkut 84 orang penumpang dan 6 awak tersebut hanya pada bagian roda.

Saat ini, pesawat masih berada di landasan pacu nomor 07 Bandara El Tari. Sejumlah penerbangan yang menuju ke lokasi pada malam hari ini dialihkan ke bandara terdekat.

“Kita harus mengikuti aturan. Pesawat tidak boleh dipindahkan sebelum investigasi dilakukan,” tegasnya.

Bandara kemungkinan besar akan kembali dibuka pada pagi hari waktu setempat. Pihak Merpati akan segera memindahkan pesawat tersebut jika izin dari pengelola bandara dan KNKT sudah diberikan.

“Tidak perlu alat berat karena kerusakannya tidak terlalu parah,” tutupnya.

Sementara proses pemindahan pesawat Merpati di landasan Bandara El Tari, Kupang, hingga kini belum dilakukan. Petugas masih mengalami kesulitan karena kekurangan alat berat. Kemungkinan bandara bisa kembali beroperasi pada pukul 14.00 WIB atau pukul 16.00 waktu setempat.

“Sampai sekarang masih diupayakan mendatangkan alat-alat berat dari Pelabuhan Pelindo Kupang. Sekarang mereka sedang di jalan,” kata Humas Merpati, Sukandi.

Proses pengiriman alat berat, kata Sukandi, memakan waktu cukup lama. Sebab dalam perjalanan, ada sebuah jembatan yang harus dilewati oleh kendaraan yang mengangkut crane tersebut.

“Kita khawatir kalau terburu-buru, nanti jembatannya tidak mampu menahan beban crane yang berat,” lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya memprediksi proses pemindahan pesawat baru selesai pada sore hari waktu setempat. Pada para pihak yang dirugikan atas peristiwa ini, Sukandi mewakili Merpati meminta pengertiannya.

“Kami mohon maaf pada pengguna jasa yang akan terbang ke Kupang atau ke luar Kupang dan pada operator lain yang dirugikan,” tutupnya.

Pesawat Merpati dengan nomor penerbangan MZ 5840 sebelumnya mendarat darurat di Bandara El Tari, Kupang. Hal ini terpaksa dilakukan karena roda sebelah kiri pesawat mengalami gangguan. Seluruh penumpang diinformasikan selamat.

Namun, hingga kini pesawat masih berada di landasan pacu untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Akibatnya, bandara harus ditutup sementara.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…