Kamis, 3 Desember 2009 12:11 WIB Ah Tenane Share :

Kurban kambing

0312ahtenaneAlhamdulillah, tahun ini Mbah Jon Koplo sudah mampu berkurban untuk kali pertama. Pensiunan PNS yang tinggal di Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta ini telah membeli seekor kambing lumayan besar untuk disembelih di Hari Raya Idul Adha kemarin.
Agar tidak tertukar dengan kambing lain, sebelum dikirim ke masjid kambing itu diberi tetenger tulisan ”Jon Koplo”.
”Nah, dengan begini kan orang-orang tahu kalau kambing yang paling gede ini punyaku,” pikirnya sambil mengamati kambingnya yang sudah dikalungi tulisan cukup mencolok itu.
Sehari sebelum Idul Adha, Mbah Koplo menuntun kambingnya menuju masjid yang lumayan jauh dari rumahnya. Orang-orang yang berpapasan pun tersenyum melihat kambing yang dikalungi nama tersebut. ”Ternyata orang-orang senang melihat kambingku,” pikirnya.
Sampai  masjid ternyata sudah banyak kambing yang dikirim  ke sana, namun tak ada tulisan kambing-kambing itu milik siapa. Oleh panitia, badan kambing-kambing itu cuma diberi tetenger nomor dengan cat semprot untuk dicocokkan dengan nomor pekurban saat penyembelihan nanti. Panitia hanya mengiyakan ketika Jon Koplo mewanti-wanti agar tulisan itu jangan dicopot.
Hari penyembelihan pun tiba. Banyak anak kecil berkumpul di masjid untuk melihat hewan kurban yang akan disembelih. Yang menjadi perhatian mereka tentu saja adalah kambing milik Jon Koplo karena ada ”nama”-nya. Karuan saja hal itu menjadi bahan ledekan anak-anak ketika bermain dengan kambing itu.
”Namamu Jon Koplo ya?… Hai, wedhus Jon Koplo…” ujar mereka ketika mengajak bicara kambing itu.
Bahkan ketika Mbah Koplo dan para pekurban lain sudah hadir di masjid, anak-anak pun dengan entengnya pla-plo-pla-plo memanggil kambing itu. Tentu saja ulah anak-anak yang merasa tanpa dosa itu menjadi bahan tertawaan orang-orang di situ.
Merasa direndahkan martabatnya, dengan wajah mbesengut Mbah Jon Koplo pun beranjak menuju kambingnya dan langsung mencopot nama yang dikalungkan di leher kambingnya agar namanya tidak dijangkar anak-anak kecil.
”Kurang ajar! Jeneng wong tuwa-e nggo dolanan…” batin Mbah Koplo mangkel.   Kiriman Yusli Pradana Ciptadi, Ambarbinangun RT 01 Tirtonirmolo, Kasihan Bantul Yogyakarta

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…