Rabu, 2 Desember 2009 07:25 WIB Wonogiri Share :

Tinggal sebulan, Rp 232 M belum dibelanjakan


Wonogiri (Espos)–
Anggaran belanja Kabupaten Wonogiri senilai lebih dari Rp 232 miliar hingga akhir November, atau kurang satu bulan menjelang akhir tahun anggaran 2009, belum terserap. SKPD terkait diminta segera mengajukan pencairan anggaran tersebut.

Anggaran belanja yang belum terserap tersebut, meliputi belanja APBD senilai Rp 222,20 miliar atau 22,76% dari total belanja senilai Rp 976,46 miliar.

Belanja subsidi senilai Rp 570 juta belum terserap sama sekali alias penyerapannya nol persen, bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng senilai Rp 15,42 miliar baru terserap Rp 10,28 miliar sehingga masih menyisakan Rp 5,13 miliar yang belum terserap.

Anggaran belanja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) senilai Rp 668 juta baru terserap 50% atau sebesar Rp 339,57 juta, sehingga masih tersisa Rp 300 juta lebih. Belanja Dinas Pendidikan senilai Rp 13 miliar, baru terserap Rp 9 miliar, dan bantuan Gubernur Jateng senilai Rp 80 juta untuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Rp 145 juta untuk Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang sama sekali belum terserap.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) di Ruang Data Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Senin (30/11).

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Budi Sena, dalam rapat tersebut mengungkapkan, batas akhir penyerahan surat permintaan mencairkan anggaran tersebut adalah 5 Desember untuk bantuan provinsi, 19 Desember untuk APBD Perubahan, 30 Desember untuk sisa dana setor kembali.

Dalam hal pendapatan, Budi mengungkapkan, hingga akhir November ini juga belum maksimal. Dari target senilai Rp 830,73 miliar, baru terealisasi 89% atau Rp 747,46 miliar. SKPD penghasil diharapkan memanfaatkan waktu yang tersisa selama satu bulan ini untuk menggenjot kinerja agar meningkatkan pendapatan hingga memenuhi target.

shs

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…