Rabu, 2 Desember 2009 18:37 WIB Karanganyar Share :

Tiga warga Banaran jadi korban pengeroyokan

Karanganyar (Espos)–Tiga warga Dusun Banaran Desa Ngringo, Jaten, masing-masing Didik Wahyudi, 22, Joko Riyanto, 22, dan Dwi Hendriyanto, 28, mengalami luka serius akibat dianiaya sekelompok pemuda di Dusun Karangasem Desa Sroyo, Minggu (29/11) dini hari.

Informasi yang dihimpun Espos di rumah korban , Rabu (2/12), menyebutkan kejadian itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB setelah ketiga korban menikmati hiburan campursari di rumah salah seorang warga di Dusun Ngelom yang berada di wilayah Desa Sroyo. Saat dalam perjalanan pulang, ketiganya yang berboncengan dengan sepeda motor Jupiter AD 4585 AB diikuti oleh sedikitnya empat orang.

Tak hanya mengalami luka-luka, Dwi juga mengaku kehilangan jaket, handphone (HP), dan uang senilai Rp 300.000 bersama dompetnya. Diduga barang-barang tersebut diambil pelaku setelah puas melakukan pemukulan. Terkait identitas para pengeroyok, suami Marini, 25, itu mengatakan tidak mengenal mereka sama sekali. Demikian halnya dengan korban lain dalam kasus penganiayaan itu, Didik Wahyudi, dia juga mengatakan tidak mengenal satu pun dari pelaku tindak pengeroyokan.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Djoko Satriyo Utomo, membenarkan perihal tindak penganiyaan terhadap ketiga warga Banaran itu. Dia juga menyebutkan para tersangka yang berjumlah delapan orang telah ditahan di ruang tahanan Polres Karanganyar guna proses penyelidikan lebih lanjut.

try

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…