Rabu, 2 Desember 2009 12:05 WIB News Share :

PPATK sulit lacak aliran dana Bank Century

Jakarta–Pusat Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) siap menelusuri aliran dana Century. Namun PPATK kesulitan menghadang bila dana sudah dicairkan dan secara tunai berpindah tangan.

“Tapi kalau cash dan sudah berpindah tangan satu ke tangan yang lain, kita tidak bisa melacak, karena linknya sudah terputus,” kata Ketua PPATK Yunus Husein di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12).

Dia menjelaskan, untuk mengungkap aliran dana yang dicairkan cash itu hanya bisa berdasarkan pengakuan. “Kecuali yang menerima mengaku,” terangnya.

Yunus kembali bercerita saat ini sudah ada 59 transaksi mencurigakan dari 51 nasabah yang dilacak PPATK, dan 11 di antaranya sudah diteruskan ke BPK.

“Yang mencurigakan itu yang dikategorikan sesuai dengan UU No 15 tahun 2002 tentang tindak pidana pencucian uang,” tambah Yunus.

Aliran dana itu dikatakan mencurigakan karena menyimpang dari profil karakteristik pola nasabah, dan tidak bisa dijelaksan secara sah, dan ditengarai adanya dugaan untuk menghindari laporan.

Transaksi mencurigakan itu pun tidak ada yang terkait partai politik, konsultan ataupun tim sukses. “Semua pihak terkait bank, dan yang diminta BPK yang ada hubungan, misalnya hubungan manajemen, kepemilikan, dan saudara. Itu kan kepemilikan terkait,” kata Yunus.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…