Rabu, 2 Desember 2009 10:15 WIB News,Ekonomi Share :

Pemerintah klaim hemat biaya utang Rp 14 Triliun di 2009

Jakarta--Pada tahun 2009 ini pemerintah memproyeksikan mendapatkan penghematan biaya utang senilai Rp 14 triliun. Penghematan biaya utang ini setidaknya disebabkan oleh 2 faktor.

Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto, Rabu (2/12). “Tahun 2009, Pemerintah diproyeksikan dapat menghemat biaya utang sebesar Rp 14,1 triliun dari pagu APBN-P 2009 sebesar Rp 109 triliun,” ujarnya.

Dua faktor yang mempengaruhi penghematan biaya utang ini adalah, pertama dari kinerja pengelolaan utang yang tepat sebesar Rp 7,84 triliun khususnya melalui penerapan ‘front loading strategy’ dengan mengakumulasi sebanyak mungkin hasil penerbitan pada semester I-2009.

“Tahun ini 69% target penerbitan bruto SBN (Surat Berharga Negara) dicapai pada semester I-2009 dari tota target 2009 sebesar Rp 144,5 triliun,” jelasnya.

Faktor kedua , dari faktor pasar sebesar Rp 6,25 triliun, yaitu penurunan suku bunga pasar dan penguatan nilai tukar rupiah.

“Tapi front loading strategy juga mempengaruhi turunnya yield karena pelaku pasar domestik menjadi lebih confident bahwa pemerintah tidak menambah suplai SBN rupiah dalam jumlah besar karena Pemerintah sudah terbitkan global bond /GMTN, global Sukuk, dan Samurai pada semester I-2009,” tuturnya.

Rahmat mengatakan strategi yang dilakukan pemerintah tersebut juga menghasilkan pasokan dana valas untuk menambah cadangan devisa yang membuat rupiah stabil dan cenderung menguat.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…