Rabu, 2 Desember 2009 14:12 WIB News Share :

Ical raih penghargaan dari Federasi Insinyur se-Asean

Singapura–Ir Aburizal Bakrie alias Ical dianggap berjasa dalam pengembangan teknologi dan engineering di Indonesia. Atas jasanya itu, Ical yang saat ini menjabat ketua umum DPP Partai Golkar dan dewan penasihat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan mendapat penghargaan dari Federasi Insinyur se-Asean/Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO).

Penganugerahan penghargaan Distinguished Honorary Fellow dari AFEO terhadap Ical akan dilakukan bersamaan dengan diselenggarakannya Konferensi Federasi Insinyur se-Asean (CAFEO), di Singapura, Rabu (2/12) malam. Penghargaan bergengsi ini pernah diterima BJ Habibie beberapa waktu lalu.

PII sebagai anggota aktif AFEO melalui suratnya yang ditandatangani oleh  ketua umumnya, Ir. Airlangga Hartarto, MMT, MBA menyatakan Aburizal Bakrie dinilai berjasa terhadap pengembangan teknologi dan engineering di Indonesia, baik semasih berkiprah sebagai pengusaha maupun pada saat menjabat di pemerintahan.

“Aburizal Bakrie adalah orang ketiga dari Indonesia yang memperoleh penghargaan tersebut. Sebelumnya mantan Presiden B.J. Habibie dan Purnomo Yusgiantoro, saat ini menjabat Menteri Pertahanan. Sedangkan tokoh lain yang pernah memperoleh penghargaan Distinguished Honorary Fellow dari AFEO adalah mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad dan mantan Presiden Pilipina Fidel Ramos,” kata Airlangga dalam rilis yang diterima detikcom di Singapura, Rabu (2/12).

Menurut dia, pada saat menjabat sebagai Ketua Umum PII pada periode tahun 1989-1994, Ical berhasil memasukkan pemikiran Insinyur Indonesia untuk pembangunan jangka panjang tahap kedua (1992-2017), khususnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi.

Selain itu, di bawah kepemimpinannya, PII pernah memberikan gelar kehormatan Insinyur kepada mantan PM Inggris Margaret Thatcher dan Kanselir Jerman pada saat itu Helmut Koln, sekaligus keduanya tercatat sebagai anggota kehormatan PII.

“Di kepemimpinan Aburizal Bakrie, PII juga berhasil menetapkan mekanisme penetapan Insinyur profesional yang terdiri dari tiga kategori, muda, madya dan utama. Mekanisme penetapan tersebut berlaku hingga saat ini,” paparnya.

Selain pernah menjabat Ketua Umum PII, Aburizal Bakrie juga pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 1977-1979 dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) periode 1994-2004.

Selain penghargaan yang akan diberikan oleh AFEO, Aburizal Bakrie juga pernah memperoleh penghargaan dari Asean Business Forum sebagai ASEAN Business Person of the Year pada tahun 1997. Aburizal Bakrie menamatkan pendidikannya di jurusan teknik elektro ITB tahun 1973.

Sementara itu, Staf Khusus Urusan Media Aburizal, Lalu Mara Satriawangsa menambahkan, penyerahan penghargaan terhadap Ical akan dilakukan nanti malam di Suntec Singapore International Convention & Exhibition Centre di 1 Raffles Boulevard, Suntec City Singapore.

“Insyallah kalau tidak ada halangan, Pak Ical akan menerima penmghargaan nanti malam sekitar pukul 19.00 di Suntec,” terang Lalu Mara.

Saat ini Ical masih berada di wilayah Papua untuk mengisi acara konsolidasi partai Golkar di Indonesia Timur. Rencananya, Ical akan langsung berangkat dari Papua ke Singapura dengan mengunakan pesawat pribadi. “Beliau nanti akan langsung berangkat dari Papua,” pungkasnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…