Rabu, 2 Desember 2009 11:50 WIB News Share :

Boediono minta proses hukum skandal Century dipercepat

Jakarta--Kasus skandal Bank Century terus bergulir. Wakil Presiden Boediono yang namanya disebut-sebut terlibat kasus Bank Century meminta agar proses hukum dipercepat.

“Tidak perlu harus tunggu-tunggu. Ada atau tidak ada angket. Saya kira proses untuk memperjelas yang saya sebutkan harus cepat dilaksanakan. Lebih cepat lebih baik,” kata Boediono.

Hal itu disampaikan Boediono di acara konferensi nasional pemberantasan korupsi dengan tema upaya pencegahan korupsi di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/12).

Usai menjelaskan hal itu, situasi ruangan yang berisi rata-rata anggota KPK sepi. Tidak ada riuh tepuk tangan dari peserta. Ruangan hening karena Boediono juga menjelaskan hal itu dengan perlahan-perlahan.

Boediono mengatakan, lebih baik pemeriksaan yang cermat dari penegak hukum untuk memperjelas semuanya. Agar tidak ada ruang bagi masyarakat untuk berprasangka dan curiga.

“Supaya tidak ada ruang menggelindingnya prasangka. Tidak ada ruang menggelindingnya kecurigaan dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Boediono, hal itu sangat penting supaya energi masyarakat tidak terkuras di kasus tersebut dan bisa dialihkan ke hal-hal yang positif.

“Saya sangat mendukung apa yang akan dilakukan untuk mempercepat proses ini,” imbuh Boediono yang mengenakan batik coklat.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…