Rabu, 2 Desember 2009 22:15 WIB Wonogiri Share :

Bau busuk ikan mati di WGM dikeluhkan


Wonogiri (Espos)–
Tim gabungan sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Rabu (2/12), melakukan inspeksi ke lokasi pengolahan limbah ikan mati Nila Sari Alam di Waduk Gajah Mungkur (WGM).

Inspeksi itu dilakukan menyusul adanya keluhan warga setempat yang terganggu oleh bau tak sedap dari ikan-ikan itu. Pantauan Espos, tim gabungan yang terdiri atas petugas Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakperla), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pekerjaan Umum, Kantor Lingkungan Hidup, dan Kantor Kesbangpol dan Linmas, tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.

Berbekal surat aduan dari warga yang ditujukan ke Bupati Wonogiri, mereka langsung meninjau ke Nila Sari Alam, yang berada persis di dekat peternakan ikan terapung WGM, tepatnya di wilayah Bendosari, Desa Sendang, Wonogiri.

Dari pemilik Nila Sari Alam, Slamet Suwardi, tim mendapat informasi bahwa lokasi pengolahan limbah ikan mati menjadi tepung dan minyak ikan itu memang belum memiliki izin gangguan (HO). Tempat usaha itu berdiri di tanah milik Perum Jasa Tirta (PJT) dengan sistem kontrak.

Namun demikian, Suwardi mengungkapkan, selama ini tidak pernah ada komplain dari warga perihal bau tak sedap. Jarak antara tempat itu dengan rumah warga terdekat mencapai 800 meter.

“Hanya memang, beberapa waktu lalu sempat terjadi dua kali ledakan jumlah ikan mati karena perubahan cuaca. Pertama tanggal 16 Oktober ada 35 ton ikan yang mati dalam sehari. Dan kedua pada 17 November ada 15 ton ikan mati. Padahal kemampuan kami mengolah maksimal 4-5 ton sehari. Akibatnya, banyak ikan mati yang tidak bisa diolah dan kemudian dikubur,” jelas Slamet, yang mengaku menjalankan usaha pengolahan limbah ikan mati itu sejak 2007.

shs

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…