Rabu, 2 Desember 2009 11:15 WIB News Share :

Bahas larangan menara masjid, Wakil Dubes Swiss temui Din

Jakarta--Larangan pembangunan menara masjid oleh pemerintah Swiss mendapat kritikan dari banyak kalangan di dalam negeri dan luar negeri. Untuk menjelaskan dan mengklarifikasi hal itu, Wakil Dubes Swiss untuk Indonesia, Roman Busch, akan menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Rencananya, pertemuan antara Din dengan Busch akan dilakukan di Kantor PP Muhammadiyah, Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/12) pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang ada pertemuan ini akan membahas tentang larangan pembangunan menara masjid di Swiss. “Pertemuan ini terkait larangan menara masjid di Swiss. Selain itu, tentu juga akan dibicarakan hal-hal lain, termasuk soal perdamaian dan kerukunan beragama. Pak Din kan juga tokoh dialog antaragama,” kata sumber di PP Muhammadiyah seperti dilansir detikcom.

Keputusan pelarangan pembangunan menara masjid ini mengejutkan umat muslim di Swiss. Pelarangan itu didasarkan hasil referendum yang diajukan Partai Rakyat Swiss selama 10 hari dan berakhir Senin lalu. Hasilnya 57,5 persen warga menyatakan dukungan untuk melarang pembangunan menara masjid.

Komunitas muslim di Swiss bereaksi terhadap pelarangan ini. “Kami kaget, kami tidak menduga keputusan ini,” kata Abdel Majri, ketua Liga Muslim Swiss seperti dilansir New York Times. “Ini satu langkah menuju Islamophobia di Switzerland dan Eropa pada umumnya,” cetusnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…