Selasa, 1 Desember 2009 21:50 WIB Karanganyar Share :

Tinggi, minat warga pinggiran bertransmigrasi

Karanganyar (Espos)–Minat transmigrasi warga pinggiran Bumi Intanpari cukup tinggi. Selain dipicu kondisi ekonomi saat ini, mereka berharap bisa menuai sukses ketika memulai hidup baru di luar daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun Espos dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Selasa (1/12), menjelang akhir tahun ini Pemkab setempat telah mengirimkan lima kepala keluarga (KK) dengan total 17 jiwa ke wilayah Asinua Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Padahal, peminat transmigrasi ke wilayah itu hampir dua kali lipat dari jumlah warga yang akhirnya diberangkatkan pada 3 November lalu itu.

“Memang banyak sekali peminat transmigrasi, terutama dari masyarakat yang tinggal di daerah pelosok atau pinggiran,” terang Kepala Dinsosnakertrans Karanganyar, Sumarno, saat ditemui di kantornya.

Dengan didampingi Bahrudin, staf urusan transmigrasi, dia menyebutkan pada pekan II Desember mendatang juga akan memberangkatkan kembali sebanyak 15 KK dengan total 61 jiwa ke Kalimantan Timur. Pada pekan II Desember mendatang, mereka akan diberangkatkan ke Meratak, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Pada angkatan transmigran ini, sebenarnya jumlah peminatnya juga sangat tinggi. Kami terpaksa menyeleksi ketat karena yang dibutuhkan memang hanya sebanyak 15 KK itu.

Diakuinya, setiap kali membuka pintu informasi tentang transmigrasi, antusiasme masyarakat Karanganyar di daerah-daerah pelosok sangat tinggi. Kendati, sebagian kecil masyarakat perkotaan juga meminatinya.

Program transmigrasi ini memang cukup menarik minat masyarakat kecil, karena di daerah tujuan, mereka mendapat fasilitas lahan garapan gratis seluas 1 hektare. Pada tahap II, transmigran juga masih memperoleh jatah 1 hektare lahan lagi yang berbentuk hutan. Harapannya, transmigran juga bisa memanfaatkan kayu-kayu yang ada sembari membuka hutan sebagai lahan garapan.

dsp

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…