Selasa, 1 Desember 2009 22:40 WIB Boyolali Share :

TAPD Boyolali tolak revisi draft RAPBD 2010


Boyolali (Espos)–
Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Boyolali menolak melakukan revisi draft RAPBD 2010 yang sudah diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ketua TAPD Boyolali, Daryono membantah draf yang tercantum defisit riil hingga Rp 9,3 M tersebut melanggar PP 58/2005 tentang pengelolaan keuangan daerah.

“Semestinya dewan belajar tata tertib pengajuan RAPBD dulu. Itu kan baru konsep dari eksekutif. Tidak perlu direvisi lagi,” kata Daryono yang menjabat sebagai Sekda Boyolali itu, Selasa (1/12).

Menurut Daryono, pihaknya sengaja mengajukan draft dengan defisit riil agar jajaran DPRD benar-benar mengetahui kondisi keuangan daerah yang sesungguhnya. Namun, tegas dia, bukan berarti APBD 2010 akan terjadi defisit riil, karena perubahan bisa dilakukan saat pembahasan dan tidak perlu dikembalikan pada eksekutif.

Daryono juga membantah kalau draf yang disusun TAPD melanggar PP 58/2005 maupun Perda 4/2007. Sebab yang disusun baru draf dan bukan ketetapan APBD 2010. “Defisit riil yang tercantum saat ini bukan berarti akan ditetapkan sebagai defisit,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Daryono pihaknya juga optimis bisa menutup defisit riil Rp 9,3 miliar. Salah satunya adalah dengan menggenjot pendapatan sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA), yang semula hanya Rp 45 M sehingga mampu menutup defisit anggaran Rp 52 M.

Dia menjelaskan SILPA masih bisa digenjot antara lain dari penambahan pendapatan asli daerah (PAD), sisa-sisa tender, maupun dari aset. Daryono optimis bisa lebih dari Rp 52 miliar.

Daryono pun menepis adanya sinyalemen solusi rencana hutang daerah. Dia menyatakan Pemkab berupaya tidak berhutang atau <I>zero<I> anggaran. Kalaupun harus harus hutang, kata dia, maka pembahasan tidak mesti dilakukan saat ini. Sebab bisa dilaksanakan pada perubahan APBD 2010.

Ditemui terpisah, Bupati Boyolali, Sri Moeljanto menyatakan sangat setuju kalau tidak ada defisit riil dan yang ada defisit berjalan.

Bupati menyampaikan, pada tahun 2008 memang tidak ada defisit. Tapi, kata dia, dengan kondisi keuangan yang ada bisa terjadi defisit.

nad

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…