Selasa, 1 Desember 2009 14:28 WIB News Share :

Sejumlah unjuk rasa warnai Peringatan Hari AIDS di Semarang


Semarang-
-Sejumlah unjuk rasa mewarnai peringatan Hari AIDS Sedunia jatuh pada 1 Desember di Semarang, Jawa Tengah. Mereka berharap masyarakat mewaspadai bahaya AIDS dan tak mengucilkan para penderita.

Kelompok pertama yang turun jalan adalah pelajar SMP 2 Semarang. Mereka membagi-bagikan bunga di pintu masuk Undip Tembalang, Jl. Ngesrep Timur, Selasa (1/12). Jumlah mereka puluhan orang.

Kelompok lain, penghuni resosialisasi Argorejo, Sunan Kuning. Mereka beraksi di Bundaran Kali Banteng. Sejumlah brosur berisi informasi mengenai HIV/AIDS dibagikan ke pengendara jalan.

Tak hanya di Bundaran Kali Banteng, para peserta aksi juga menyisir Jalan Pamularsih, RE Martadinata, dan Siliwangi. Turut mendukung aksi itu adalah Griya Asa PKBI, LSM yang selama ini mendampingi penghuni resosialisasi.

Di pusat kota, ratusan pelajar SMKN 7 juga menggelar aksi. Dalam aksinya, mereka membawa spanduk, poster, majalah dinding dan kain berisi tanda tangan dukungan anti HIV/AIDS dan berkeliling Kawasan Simpang Lima.

Aksi-aksi simpatik itu mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Hingga aksi berakhir, arus lalulintas normal. Peserta membubarkan diri dengan tertib.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…