Selasa, 1 Desember 2009 14:54 WIB News Share :

RI-China bidik nilai perdagangan bilateral US$ 50 miliar


Jakarta–
Indonesia dan China memasang target baru untuk nilai perdagangan mereka yakni sebesar US$ 50 miliar dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Demikian salah satu hasil pembicaraan antara Presiden SBY dengan Mr. Liu Qi, anggota politbiro komite sentral Partai Komunis China. Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/12).

“Ini target baru perdagangan dua negara dan yakin bisa dicapai,” ujar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal usai pertemuan.

Optimisme bisa dicapainya target baru ini merujuk pada prediksi pertumbuhan ekonomi dua negara yang diprediksi stabil untuk lima tahun ke depan. China diperkirakan ekonominya tumbuh 8,5 persen dan Indonesia tumbuh 7,5 persen pada 2014.

Pemicu lainnya adalah hasil kemajuan kemitraan strategis RI-China yang berjalan empat tahun terakhir. Ketika dokumen kemitraan disahkan pada 2005 silam, ditetapkan target nilai perdagangan sebesar USD 30 milyar yang harus terpenuhi pada 2010.

“Tapi target itu sudah kita capai 2008, dua tahun lebih awal. Ini mencerminkan dinamika luar biasa hubungan dagang dan investasi RI-China,” jelas Dino.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…