Selasa, 1 Desember 2009 00:37 WIB Solo Share :

Puluhan kios lantai II Pasar Legi mangkrak


Solo (Espos)–
Sebanyak 30-an kios di lantai II Pasar Legi masih kosong tak berpenghuni. Hal itu disebabkan sepinya pembeli di lantai II Pasar Legi sehingga membuat kios tak laku.

Meski demikian, Lurah Pasar legi, Bambang Yunanto mengaku sudah ada beberapa pembeli yang mengajukan permohonan ke Dinas Pengelola Pasar (DPP). “Namun, itu baru sebatas pengajuan. Yang berhak memutuskan dan meloloskan adalah tim dari DPP. Kami hanya pelaksana lapangan saja,” ujarnya ketika ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (30/11).

Dalam kesempatan itu, Bambang juga membantah tudingan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa kosongnya kios di lantai II Pasar Legi disebabkan ulah spekulan yang memborong kios namun tak dipakai untuk berjualan.

Sebaliknya, kios-kios tersebut malah diperjualbelikan lebih mahal lagi kepada pihak yang membutuhkan. Tudingan tersebut, kata dia, adalah bohong dan tak berdasar. “Itu omong kosong. Kios-kios di sini memang belum laku. Tak ada istilah spekulan yang menguasai kios-kios pasar,” tegasnya.

Untuk meluruskan hal itu, dia juga berniat akan menemui langsung pihak yang menuding adanya spekulan di lantai II. Sementara itu, pengurus Pasamuan Pasar Tradisional Surakarta (Papatsuta), Faizul Kirom sebelumnya memang sempat melemparkan kritikan terhadap keberadaan kios-kios di pasar Legi lantai II yang tak beroperasi.

Menurutnya, kosongnya kios-kios tersebut lantaran ada spekulan yang bermain dan akan menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi kepada pembeli. Dia menyebutkan ada lima pasar tradisional di Solo yang sejumlah kiosnya dikuasi spekulan.

Kelima pasar tradisional tersebut ialah Pasar Hardjodaksino, Pasar Kleco, Pasar Legi, Pasar Kembang, dan Pasar Nusukan. Menurutnya, sejumlah kios di pasar-pasar tersebut sudah dikuasai spekulan.

asa

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…