Selasa, 1 Desember 2009 23:56 WIB Klaten Share :

Pedagang Pasar Pedan terpecah


Klaten (Espos)–
Sekitar 700 pedagang Pasar Pedan, Klaten terpecah menjadi dua kelompok. Sekitar 400 pedagang di antaranya memilih bekas pacuan kuda di Desa Keden sebagai tempat relokasi pasar darurat. Sisanya, sekitar 300 pedagang memilih menggunakan halaman koperasi tekstil Pengusaha Perusahaan Tenun (PPT).

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi, Selasa (1/12), jumlah total pedagang Pasar Pedan mencapai sekitar 700 pedagang. Mereka merupakan sejumlah pedagang yang menempati kios, los, maupun oprokan.

Sekitar 400 pedagang memilih lokasi bekas pacuan kuda Keden yang direkomendasikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Disperindagkop UMKM) sebagai tempat relokasi pasar darurat. Sekitar 400 pedagang itu berada di bawah naungan Paguyuban Pedagang Pasar Pedan Manunggal (P4M).

Sementara sekitar 300 pedagang memilih halaman koperasi PPT sebagai tempat relokasi pasar darurat secara swadaya. Sekitar 300 pedagang ini berada di bawah naungan Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pedan (FKP3).

Ketua P4M, Suharman mengatakan, sekitar 400 pedagang itu merupakan hasil pendataan yang dilakukannya paguyuban. Menurutnya, sekitar 400 pedagang memilih kawasan bekas pacuan kuda Keden lantaran ingin mengikuti kehendak pemerintah.

Sementara itu, Lurah Pasar Pedan, Suparmo membenarkan bahwa pedagang Pasar Pedan terpecah menjadi dua. Kendati demikian, pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai kepastian jumlah pedagang baik dari P4M maupun FKP3.

Moh Khodiq Duhri

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…