Selasa, 1 Desember 2009 22:53 WIB Klaten Share :

Lahan kritis di Klaten capai 2.235 Ha

Klaten (Espos)–Luasan lahan kritis di Klaten mencapai 2.235 hektare (Ha). Lahan kritis yang ada itu tersebar di tujuh dari 26 kecamatan yang ada di Klaten.

“Tanah-tanah kosong di luar kawasan hutan, yang umumnya tidak produktif merupakan lahan yang berpotensial kritis,” kata Bupati Klaten Sunarna saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Gerakan Perempuan Memelihara Pohon 2009 yang digelar di lapangan belakang Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten, Selasa (1/12).

Berdasarkan data dari Dispertan Klaten, luasan lahan kritis di Klaten pada tahun 2008 mencapai 2.235 Ha. Luasan tersebut tersebar di tujuh kecamatan dengan kategori lahan agak kritis. Wilayah yang memiliki lahan kritis terluas adalah Kemalang dengan 1.098 Ha. Luas total lahan kritis di Klaten tersebut, telah susut sekitar 400 Ha dari luasan tahun sebelumnya yang mencapai 2.635 Ha.

Kasi Perlindungan dan Rehabilitasi Hutan Lahan Bidang Perkebunan dan Kehutanan Dispertan Klaten, Gatot Haryanto menambahkan, pada tahun 2009, pihaknya melakukan upaya penanaman pohon dengan jenis tanaman pelindung tanah. Jenis tanaman tersebut juga diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan penghasilan petani.

Pada tahun ini, program one man one tree (satu orang tiga pohon) terus digencarkan oleh Pemkab setempat. Sejauh ini, terdapat 357.771 bibit tanaman yang telah berhasil ditanam di berbagai tempat.

haa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…