Selasa, 1 Desember 2009 22:59 WIB Solo Share :

Lagi, Mall siap berdiri di atas terminal baru


Solo (Espos)–
Mimpi buruk atas nasib pasar tradisional di kawasan Pasar Nusukan Gilingan Solo sepertinya bakal jadi kenyataan. Pasalnya, perluasan terminal Tirtonadi yang saat ini tengah digarap rupanya bukan sekedar perkara perluasan. Namun, juga membangun kawasan perbelanjaan modern yang bakal berdiri di lantai II di atas terminal tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Yosca Herman Soedrajat menjelaskan, kawasan perbelanjaan yang saat ini tengah dibangun di atas lahan seluas 1600 meter persegi tersebut mencapai 300-an toko. Bahkan, jika tak ada aral melintang, tahun 2011 nanti sudah bisa dioperasikan bebarengan dengan selesainya pembangunan perluasan termional Tirtonadi.

Menurut Yosca, pembangunan kawasan perbelanjaan tersebut mengacu pada terminal-terminal di negara maju yang selalu menggabungankan keduanya. Sehingga, keberadaan terminal bukan semata sebagai pusat arus lalu lintas. Lebih jauh dari itu, juga sebagai pusat kawasan bisnis yang menjanjikan.
“Bayangkan saja, jika 10% penumpang terminal Tirtonadi yang mencapai 25.000 lebih tiap harinya itu berbelanja, maka sudah ada berapa ribu orang melakukan transaksi ekonomi si sana. Jadi, ini sangat prospek,” ujar Yosca saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (1/12).

Di sisi lain, keberadaan perbelanjaan modern tersebut mendapatkan sorotan tajam dari Pasamuan Pasar Tradisional Surakarta (Papatsuta). Ketua Papatsuta, Aris Saputra sejak awal telah mencurigai bahwa perluasan Terminal Tirtonadi bukan sekadar perkara perluasan. Di balik itu semua, lanjutnya, tentu sudah ada agenda untuk mendirikan pasar-pasar modern seperti mall.

asa

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…