Selasa, 1 Desember 2009 16:25 WIB News Share :

Generasi muda NU kecam pelarangan pembangunan menara masjid di Swiss

Jakarta--Generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) mengecam tindakan pelarangan pembangunan menara masjid di Swiss karena dinilai melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan beragama.

“Tindakan pelarangan itu bertentangan dengan HAM dan menjadi preseden buruk bagi kebebasan beragama. Kami mengecam tindakan diskriminatif seperti ini,” kata Sekretaris Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Selasa (1/12).

Niam mengemukakan hal itu menanggapi hasil referendum rakyat Swiss tentang prakarsa pelarangan pembangunan menara masjid yang diajukan oleh komite independen yang mewakili berbagai partai politik sejak 8 Juli 2008.

Dalam referendum yang berlangsung Minggu (29/11), lebih dari 57 persen rakyat Swiss mendukung larangan itu. Usulan larangan itu juga didukung oleh provinsi-provinsi utama, sehingga akan disahkan sebagai undang undang

Lebih lanjut Niam mengatakan, sikap rasis dan diskriminatif yang ditunjukkan sebagian masyarakat Swiss membuktikan bahwa di negara maju sekalipun masalah diskriminasi dan toleransi masih menjadi barang yang mahal.

Untuk itu, Niam meminta kepada seluruh elemen masyarakat bersikap peduli dan berjuang agar pelanggaran HAM seperti di Swiss dapat dihentikan.

“Tindakan tersebut akan membahayakan prinsip kebebasan beragama yang menjadi inti dari deklarasi universal  HAM, karenanya harus dihentikan,” katanya.

Sebelumnya, Senin (30/11), Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Hasyim Muzadi menyatakan kecewa dengan hasil referendum di Swiss tersebut. “Ini patut disesalkan, menunjukkan kurang toleransinya masyarakat Swiss terhadap kebebasan beragama, di saat sikap saling menghormati berbagai agama sedang tumbuh di dunia,” kata Hasyim yang juga presiden Dewan Dunia Agama-agama untuk Perdamaian (World Council on Religions for Peace – WCRP) itu.

ant/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…