Senin, 30 November 2009 22:40 WIB Solo Share :

Warga Kali Anyar bongkar bangunan

Solo (Espos)--Puluhan warga bantaran Kali Anyar Solo tepatnya di Kampung Debegan, Mojosongo, Jebres, Senin (30/11), terpaksa membongkar bangunan rumah mereka menyusul habisnya batas waktu (deadline) kepindahan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Di sisi lain, penyelesaian proyek talut Kali Anyar yang telah berjalan sebulan terakhir, terancam molor. Berdasar pantauan Espos dilaporkan, sebagian besar warga dari 28 kepala keluarga (KK) di bantaran Kali Anyar, membongkar rumah mereka senin pagi, yang merupakan hari terakhir toleransi kepindahan.

Salah seorang warga, Saptanti, 28, saat ditemui mengaku sedih harus membongkar rumah yang telah ditinggali bersama orang tuanya sejak kecil. Selanjutnya, ibu rumah tangga itu berencana tinggal sementara di kediaman saudaranya di Kampung Bulurejo, Mojosongo.

Dia menuturkan, telah mendapat bantuan bongkar bangunan dari Pemkot Solo sebesar Rp 500.000. Dana yang dinilai minimalis tersebut telah diserahkan kepada Saptanti Sabtu (28/11) lalu. Senada, Tukiyar, 47, warga bantaran Kali Anyar mengungkapkan, sebagian besar warga membongkar rumah pada hari terakhir batas waktu tinggal yang diberikan pemerintah. Namun menurutnya, tidak ada warga yang membangkang dengan memilih tetap di bantaran.
kur

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…