Senin, 30 November 2009 10:15 WIB Sukoharjo Share :

Tertimpa pohon, dua polisi Sukoharjo tewas, satu kritis

Sukoharjo–Dua anggota kepolisian di Sukoharjo, Jateng tewas setelah mobil patroli yang mereka tumpangi tertimpa pohon, Minggu (29/11) malam. Sementara satu anggota polisi lainnya kondisinya kritis dan kini dalam perawatan intensif di rumah sakit karena luka serius di kepala.

Informasi yang dihimpun Espos, pohon jenis jaranan tiba-tiba roboh saat mobil yang ditumpangi tiga anggota Polsek Weru itu melintas. Saat kejadian mereka bermaksud melakukan pengamanan pertunjukan wayang di Dusun Namengan, sekitar 1,5 km dari Mapolsek Weru. Di buku penjagaan tertulis, ketiganya berangkat menggunakan mobil patroli pada Minggu, pukul 21.40 WIB.

Namun baru sekitar 700 meter keluar dari Mapolsek, mobil mereka tertimpa pohon yang tiba-tiba roboh. Akibatnya badan mobil ringsek. Padahal saat kejadian cuaca di lokasi cerah, tidak ada hujan maupun angin kencang.

Setelah sekitar satu jam diupayakan dengan cara memotong-motong batang pohon dan bagian kabin yang ringsek, ketiga anggota polisi itu berhasil dievakuasi dari himpitan. Yakni, Briptu Machmud Mashuri, 40, tewas seketika di lokasi kejadian. Briptu Kismedi, 37, tewas dalam perjalan ke rumah sakit. Sedangkan Bripka Parji, pengemudi mobil, hingga saat ini masih dirawat intensif di RS Dr Oen Solobaru. Ketiganya mengalami luka di bagian kepala.

“Dua anggota yang meninggal sudah dibawa ke rumah duka. Rencananya hari ini keduanya dimakamkan di daerah asal masing-masing. Briptu Machmud akan dimakamkan di Boyolali, sedangkan Briptu Kismedi dimakamkan di Klaten,” ujar Kapolsek Weru, AKP Joko Wasono, Senin (30/11).

ufi

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ngutang

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Selasa (18/7/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia dan Analis Ekonomi BNI Securities Jakarta Barat. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Banyak kawan yang bertanya kepada saya, mengapa pemerintah memperlebar…