Senin, 30 November 2009 16:57 WIB Boyolali Share :

Serangan hama kutu mengganas


Boyolali (Espos)–
Serangan hama kutu putih yang mematikan ribuan batang tanaman pepaya milik puluhan petani di Kecamatan Teras hingga kini belum bisa dikendalikan secara tuntas. Ironisnya, hama yang juga dikenal dengan sebutan kutu kebul itu justru merambah ke tanaman lain.

Tak hanya mengincar tanaman buah-buahan seperti durian, rambutan dan mangga, kutu putih pun tak segan-segan menyerang tanaman keras semacam sengon, jati dan sebagainya. Hal itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani sehingga mereka memilih menunda penanaman ulang pepaya sampai kondisi aman.
Diyono, 49, warga Rogomulyo, Desa Teras kepada Espos, Senin (30/11), mengungkapkan, sekitar 200 batang tanaman pepaya miliknya ludes akibat serangan kutu putih beberapa bulan lalu.

“Padahal sudah berulang kali diobati, tanaman tetap mati karena serangan hama mengganas.”

Menurutnya, tanaman pepaya yang tak terselamatkan sudah dibakar atau dipendam, sedangkan lahannya ditanami singkong. Diyono menambahkan, dirinya belum berani menanam pepaya lagi lantaran kutu putih diketahui masih “berkeliaran” di desanya. “Nanti kalau hama sudah hilang baru tanam pepaya lagi,” ujarnya.

Pada bagian lain, Kepala UPT Usaha Pertanian Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kecamatan Teras, Widodo menuturkan, pada 17-20 November lalu dilakukan gerakan pengendalian kutu putih secara serentak di desa-desa yang terkena serangan, yakni di Teras, Randusari dan Salakan.

rei

lowongan kerja
lowongan kerja Grains & Dough restaurant, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…