Senin, 30 November 2009 20:50 WIB News,Sport Share :

Mita Kukar tundukkan Pro Duta 3-1

Samarinda–Mitra Kutai Kartanegara (Mitra Kukar) berhasil meraih poin penuh pada lanjutan kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama dengan menundukkan Pro Duta Sleman 3-1 (1-0) di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Senin (30/11).

Bermain di depan ratusan pendukungnya di bawah siraman hujan gerimis, tuan rumah mencoba mengambil inisiatif menyerang sejak kick-off.   Serangan gencar itu akhirnya membuahkan hasil dengan lahirnya gol melalui kaki Rendi Irawan pada menit ke-16. Gol ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Mitra Kukar Mustaqim tetap mengintruksikan para pemainnya untuk bermain menyerang. Mantan pelatih PKT Bontang tersebut rupanya menganggap keunggulan satu gol belum bisa mengamankan posisi Mitra Kukar pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Strategi menyerang ini kembali menghasilkan gol kedua yang disumbangkan Anderson pada menit ke-50.

Berselang 27 menit kemudian pemain asing Mitra Kukar, Leonardo Felicine memperbesar keunggulan melalui tendangan bebas sekitar empat meter dari luar kotak penalti. Memasuki masa “injury time” striker Pro Duta, Eka Santika, berhasil mencuri gol sehingga memperkecil kekalahan timnya menjadi 1-3.

Manajer Mitra Kukar Fahmi seusai pertandingan mengaku kemenangan timnya punya nilai yang sangat berarti untuk mengangkat kembali motivasi para pemaian. Pasalnya, pada laga perdana melawan Persiba Bantul tim Mitra Kukar selaku tuan rumah dikalahkan dengan skor 1-0.

Sementara itu pelatih Pro Duta Kustadinov mengaku kecewa dengan hasil yang dicapai oleh timnya. Pelatih asal Bulgaria itu menilai faktor wasit punya andil yang besar dalam kemenangan tuan rumah.

 

Ant/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…